Apa Yang Harus Dilakukan Jika Terkena Cacar Air – Cacar air merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus varicella zoster. Cari tahu penyebab, gejala dan pengobatan cacar air di sini.

Virus ini dapat menyebar dengan cepat melalui udara saat penderitanya batuk atau bersin, serta melalui kontak langsung dengan lendir, air liur, atau lecet pada kulit.

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Terkena Cacar Air

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Terkena Cacar Air

Gejala awal yang muncul adalah bintik-bintik merah yang terasa gatal dan umumnya muncul di dada, punggung, wajah, kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Mewaspadai Penyakit Cacar Monyet

Dokter akan menanyakan pertanyaan, seperti kapan keluhan bintik atau ruam cacar air muncul, gejala penyerta, dan apakah pernah melakukan kontak dengan orang yang pernah menderita cacar air sebelumnya.

Pemeriksaan fisik penderita cacar air sangat khas yaitu ditemukannya lesi kulit berupa vesikel berbentuk titik embun (

Dalam beberapa kasus, pasien juga mungkin mengalami infeksi bakteri sekunder yang menimbulkan munculnya pembengkakan, kemerahan, dan keluarnya nanah akibat lesi cacar air.

Pengujian serologis dilakukan untuk mendeteksi ada tidaknya antibodi spesifik varicella. Namun tes ini kurang sensitif dibandingkan PCR.

Template Pamflet Cacar Air

Serologi IgM aktif menunjukkan infeksi aktif, namun tidak dapat membedakan apakah ini infeksi primer, infeksi ulang, atau reaktivasi.

Pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu jika ingin memberikan obat pada penderita cacar, apalagi jika menggunakan obat bebas.

(VZIG) dapat diberikan kepada kelompok yang sangat rentan yaitu bayi baru lahir dari ibu yang pernah menderita cacar air sebelum atau sesudah melahirkan, bayi prematur, anak di bawah 1 tahun, dan ibu hamil.

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Terkena Cacar Air

Sesuai jadwal vaksinasi yang dianjurkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin cacar air diberikan kepada bayi dalam 2 dosis. Vaksinasi dapat dimulai pada usia 12-18 bulan dengan selang waktu 6 minggu hingga 3 bulan.

Ciri Ciri Dan Gejala Cacar Air Yang Muncul Secara Berurutan

Bila anak berusia 13 tahun ke atas, vaksin cacar air tetap diberikan namun jarak waktu pemberian dosis pertama dan kedua adalah 4-6 minggu.

Seperti halnya vaksin untuk anak-anak, vaksin campak untuk orang dewasa juga diberikan dalam 2 dosis dengan selang waktu 4-8 minggu dari dosis pertama.

Meski merupakan tindakan pencegahan yang efektif terhadap cacar air, namun vaksin cacar air tidak boleh diberikan kepada ibu hamil, orang dengan daya tahan tubuh lemah, serta orang yang alergi terhadap gelatin dan antibiotik.

Jika Anda termasuk golongan ini, maka pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan menghindari kontak dengan orang yang sedang sakit cacar air.

Cacar Air: Bagaimana Penyebarannya? Ini Dia Penjelasannya!

Jika ada anggota keluarga yang terkena cacar air, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah penularannya di rumah, antara lain:

Meski penyakit ini umumnya tidak berbahaya, namun cacar air tetap memiliki komplikasi. Beberapa komplikasi cacar air yang muncul antara lain:

Ditandai dengan berat badan lahir rendah, lesi kulit, penyakit otak, mata dan anggota badan, serta masalah pada sistem pencernaan.

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Terkena Cacar Air

Jika cacar air terjadi seminggu sebelum bayi lahir atau beberapa hari setelah bayi lahir, maka dapat meningkatkan risiko terkena cacar air.Ciri-ciri cacar air pada bayi dapat menyebabkan demam dan kulit gatal. Cari tahu 4 gejala cacar air pada bayi di sini.

Kenali Gejala Cacar Air Pada Anak Agar Tidak Komplikasi

Cacar air merupakan salah satu penyakit menular yang sering menyerang anak sekolah dasar. Namun cacar air sebenarnya bisa menyerang bayi di bawah satu tahun.

Cacar air sendiri merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus varicella zoster. Nah, penyakit ini sangat menular dan bisa menyerang siapa saja, termasuk bayi.

Selain itu, daya tahan tubuh bayi juga lebih lemah dibandingkan anak-anak atau orang dewasa.Lalu, apa saja ciri-ciri penyakit campak pada bayi? Ayo, cari tahu.

Tanda pertama cacar air pada bayi adalah demam. Bayi akan mengalami peningkatan suhu tubuh di atas 37,5 derajat Celcius.

Tips Perawatan Cacar Air Pada Bayi

Demam terjadi karena tubuh bayi Anda sedang berusaha melawan virus penyebab cacar air. Resistensi ini menyebabkan tubuh bayi mengeluarkan bahan kimia sitokin.

Selain demam, akan muncul bintik-bintik merah di sekujur tubuh bayi. Bentuk cacar air pada bayi ini kenyal dan penuh cairan.

Bintik merah pertama kali muncul di tangan atau wajah. Seiring berjalannya waktu, bintik merah tersebut menyebar ke area tubuh lain, seperti kaki, kepala, punggung, dan perut.

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Terkena Cacar Air

Bintik merah biasanya disertai rasa gatal yang hebat. Pasalnya, kulit melepaskan bahan kimia yang mengaktifkan saraf dan menimbulkan reaksi berupa rasa gatal.

Ciri Ciri Dan Gejala Cacar Air Pada Bayi

Setelah beberapa hari atau minggu, bintik merah tersebut akan pecah, mengering dan menimbulkan koreng pada tubuh bayi. Meski begitu, Ayah dan Bunda tidak perlu khawatir, karena nantinya bekas cacar akan terkelupas dengan sendirinya.

Untuk membantu mempercepat proses penyembuhan bekas luka, Ayah dan Bunda bisa mengoleskan lotion khusus bayi secara rutin setelah memandikan anak.

Cacar air membuat bayi rewel. Anak Anda mungkin banyak menangis karena gatal atau demam yang membuatnya merasa tidak nyaman.

Cacar air bisa disembuhkan dengan pengobatan di rumah. Ibu disarankan untuk lebih sering menyusui bayi penderita cacar air yang masih menyusui.

Cara Mengobati Cacar Air Medis Dan Alami

Tujuannya agar daya tahan tubuh bayi menjadi lebih baik setelah mengonsumsi ASI. Selain itu, memberikan ASI pada bayi penderita cacar air juga berfungsi mencegah dehidrasi.

Jika bayi berusia lebih dari enam bulan, sebaiknya ibu memberikan MPASI yang kaya nutrisi dan air putih yang cukup.

Selain itu, ibu harus memastikan bayinya mengenakan pakaian berbahan katun. Pasalnya tekstur kapas yang halus tidak menyebabkan iritasi pada kulit bayi. Baju berbahan katun juga membuat bayi merasa lebih nyaman dan tidak kepanasan.

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Terkena Cacar Air

Sedangkan jika cacar air pada bayi menimbulkan gejala yang sangat mengganggu, membuatnya rewel, atau tidak mau menyusu, sebaiknya Bunda dan Ayah segera membawa Si Kecil ke dokter untuk mendapatkan pengobatan.

Pahami Tentang Penyakit Varicella Cacar Air Anak Dan Dewasa

Dokter akan meresepkan obat sesuai usia, berat badan, dan kondisi anak Anda. Masalahnya, sebaiknya Anda tidak memberikan obat sendiri pada bayi Anda.

Obat-obatan harus sesuai dengan anjuran dan resep dokter, agar tidak menimbulkan komplikasi kesehatan yang membahayakan kesehatan si kecil.

Bunda dan Ayah harus waspada jika bintik merah menyebar ke salah satu atau kedua mata bayi. Kondisi ini bisa membuat mata Si Kecil terlihat merah dan berair.

Hal lain yang perlu diwaspadai adalah bila bintik merah di kulit Si Kecil mengeluarkan cairan, maka anak akan mengalami demam tinggi berkepanjangan disertai rasa ngantuk atau lemas, kejang, batuk, dan sesak napas.

Karakteristik Penderita Cacar Air (varicella) Di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah

Cacar air pada bayi merupakan kondisi yang patut diwaspadai. Selalu perhatikan ciri-ciri cacar air pada bayi dan perubahan apa pun. Hal ini agar gejala penyakit dapat dideteksi dan diobati sejak dini.

Ayah dan Bunda juga dapat berkonsultasi langsung mengenai gejala cacar air pada bayinya melalui tanya jawab ke dokter secara online di . Yuk #Jaga Kesehatan Anda dan Anak dengan mendownload aplikasinya untuk mengikuti informasi kesehatan lainnya Tips mengatasi gatal-gatal akibat cacar air Tanggal terbit: 22 Februari 2019 Terakhir diperbarui: 10 Nov 2020 Revisi 13 Juni 2019 Waktu membaca: 3 menit

Cacar air merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus varicella zoster. Gejala khas penyakit ini adalah timbulnya ruam merah berisi cairan bening pada kulit. Ruam merah tersebut akan bertambah banyak hingga hari kelima dan kemudian akan sembuh seiring dengan membaiknya sistem imun tubuh. Masalahnya, ruam merah ini menimbulkan rasa gatal yang sangat mengganggu. Oleh karena itu, tindakan mengatasi ruam cacar air harus segera dilakukan.

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Terkena Cacar Air

Meski tingkat keparahan ruam merah pada setiap orang berbeda-beda, namun tetap perlu diminimalisir untuk mencegah infeksi bakteri.Salah satu caranya adalah dengan menghindari menggaruk area yang gatal, karena dapat meningkatkan kemungkinan kulit terinfeksi bakteri dan meninggalkan bekas. . selama tahap penyembuhan. Berikut tips mengatasi ruam cacar air.

Cacar Di Mata, Ini Penyebab Dan Dampak Buruknya!

Metode pengobatan rumahan dapat membantu mengatasi ruam cacar air. Cobalah tips berikut ini agar Anda atau anak Anda lebih nyaman dan tidak terlalu gatal. Ingat, gatal memang terasa enak, namun hanya bersifat sementara karena ada bahaya infeksi sekunder oleh bakteri.

Mandi dengan air hangat atau dingin dapat membantu mengatasi ruam cacar air. Mandi selama 20 hingga 30 menit sesuai kebutuhan akan menjaga kebersihan kulit dan meredakan kulit gatal. Jika anak Anda terkena cacar air, bantulah ia mandi.

Jangan gunakan sabun, atau gunakan sabun mandi yang ringan. Sabun mandi yang ringan artinya sabun yang dibuat untuk kulit sensitif atau sabun bayi. Anda juga bisa menambahkan segenggam oatmeal ke dalam air mandi atau mencoba produk mandi oatmeal, seperti Aveeno. Keringkan kulit Anda segera setelah mandi. Usahakan untuk tidak menggosok kulit dengan kasar karena dapat menyebabkan munculnya ruam merah.

Anda bisa mengompres ruam merah tersebut dengan air dingin. Gunakan kain lembut yang menyerap, seperti handuk lembut. Basahi kain dengan air dingin dan oleskan kompres dingin langsung ke kulit.

Potret Nowela Idol Pasca Kena Cacar, Wajah Penuh Bekas

Oleskan lotion yang dapat membantu mengatasi ruam akibat cacar air. Hindari penggunaan lotion yang mengandung antihistamin. Anda bisa mencoba losion yang mengandung: fenol, mentol, dan kamper, seperti losion kalamin, serta losion yang mengandung oatmeal, seperti Lotion Aveeno.

Lotion atau krim yang mengandung antihistamin sebaiknya tidak digunakan untuk cacar air. Namun mengonsumsi obat yang mengandung antihistamin akan membantu mengatasi ruam cacar air. Antihistamin yang diminum dapat mencegah Anda atau anak Anda menggaruk ruam merah penyebab lecet, terutama saat tidur.

Beberapa antihistamin bisa dibeli di apotek atau toko obat, seperti CTM. Jika Anda menggunakannya tanpa resep dokter, ikuti petunjuk pada label dengan cermat. Khusus untuk anak-anak, tanyakan kepada dokter sebelum memberikannya pada anak Anda.

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Terkena Cacar Air

Itulah tips mengatasi ruam cacar air. Untuk pengobatan selengkapnya, simak di sini: Cara Mengobati Cacar Air agar Sembuh Sempurna Tanpa Bekas Luka. Semoga menambah wawasan pembaca dan bisa mencoba tips diatas ketika mempunyai ayam.

Cacar Monyet: Mengenal Gejala Dan Cara Penularannya

Tim Editorial berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja sama dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber terpercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.

Longo DL, dkk., penyunting. Infeksi virus varicella-zoster. Dalam: Prinsip Penyakit Dalam Harrison. edisi ke-20. New York,

Apa yang harus dilakukan jika terkena anemia, apa yang harus dilakukan ketika cacar air, apa yang harus dilakukan jika terkena batu ginjal, apa yang harus dilakukan jika terkena stroke ringan, apa yang harus dilakukan jika terkena psoriasis, apa yang harus dilakukan jika terkena panic attack, apa yang harus dilakukan jika terkena diabetes, apa yang harus dilakukan ketika terkena cacar air, apa yang harus dilakukan jika terkena serangan jantung, apa yang harus dilakukan saat cacar air, apa yang harus dilakukan jika terkena hiv, apa yang harus dilakukan jika terkena vertigo

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *