Apa Yang Kamu Ketahui Tentang Sampah – Halodoc, Jakarta – Sampah merupakan sisa-sisa aktivitas manusia sehari-hari, ataupun dari proses alam yang terjadi. Sampah masih menjadi masalah besar di berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi online, pengertian sampah adalah barang atau bahan yang dibuang karena tidak dipakai lagi dan sebagainya; kotoran seperti daun, kertas.

Apa Yang Kamu Ketahui Tentang Sampah

Apa Yang Kamu Ketahui Tentang Sampah

Sampah seringkali dianggap mempunyai banyak dampak negatif, terutama terhadap lingkungan. Tidak hanya jangka pendek, tapi juga jangka panjang.

Bahan Tas Belanja Ramah Lingkungan Yang Perlu Kamu Ketahui

Kalau sampah tidak dibuang lalu dibuang lagi di suatu tempat, dan dari satu tempat kemudian dibuang lagi di tempat lain, maka tidak akan ada habisnya.

Oleh karena itu, setiap orang dari berbagai lapisan masyarakat harus berpartisipasi dalam pengelolaan sampah. Salah satu caranya adalah dengan memilah sampah berdasarkan jenisnya.

Berita Grafik transfer delapan pemain bintang yang pernah bermain untuk dua rival Italia, AC Milan dan Inter Milan. Zlatan Ibrahimovic adalah hal yang paling menakjubkan sejauh ini.

Bergabunglah di channel WhatsApp untuk mendapatkan berita terkini seputar Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, Bola Voli, MotoGP, dan Bulu Tangkis. Klik di sini (BERGABUNG)

Perlukah Kita Terapkan Prinsip 3r Agar Terciptanya Lingkungan Bebas Sampah??…

Sampah organik merupakan sampah yang mudah terurai di alam (mudah membusuk) seperti sisa makanan, dedaunan atau ranting pohon.

Sampah organik umumnya berada dalam kaleng sampah hijau. Dengan memisahkan sampah organik ke dalam wadah terpisah, maka pengolahan sampah organik menjadi kompos akan lebih mudah.

Sampah anorganik merupakan sampah yang lebih sulit terurai seperti plastik, kaleng, dan styrofoam. Sampah anorganik umumnya terdapat pada kaleng sampah berwarna kuning.

Apa Yang Kamu Ketahui Tentang Sampah

Memiliki tempat sampah khusus dapat memudahkan pemanfaatan sampah anorganik sebagai kerajinan daur ulang atau daur ulang di pabrik.

Berantas Sampah Di Kota Sukabumi, Yuk Ketahui Kode Daur Ulang Segitiga Plastik!

Limbah B3 umumnya terdapat pada kaleng limbah berwarna merah. Limbah B3 merupakan limbah yang dapat merugikan manusia, hewan atau lingkungan sekitar.

Contoh limbah B3 adalah limbah kaca, deterjen atau kemasan pembersih lainnya, serta obat nyamuk dan sejenisnya. Untuk meminimalkan potensi dampak, limbah B3 harus dikumpulkan secara eksklusif dalam satu wadah.

Pemilahan sampah kertas berguna untuk memudahkan proses daur ulang kertas. Karton, potongan kertas, leaflet, kertas kemasan, dan buku juga merupakan salah satu bentuk limbah kertas.

Sampah sisa merupakan sampah yang tertinggal di luar keempat jenis sampah di atas. Tempat sampah yang diperuntukkan bagi sisa sampah biasanya berwarna abu-abu.

Tanggal Peduli Lingkungan Hidup Yang Wajib Kamu Tahu

Sebisa mungkin kurangi produk atau bahan yang kita gunakan. Semakin banyak bahan yang kita gunakan, semakin banyak pula sampah yang kita hasilkan.

Sebisa mungkin, pilihlah barang-barang yang dapat digunakan kembali. Hindari penggunaan barang sekali pakai (pakai sekali, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu penggunaan suatu barang sebelum menjadi limbah.

Gantilah barang-barang sekali pakai dengan barang-barang yang lebih tahan lama. Misalnya, ganti kantong plastik kita dengan keranjang saat berbelanja, dan jangan gunakan styrofoam karena kedua bahan tersebut bersifat biodegradable secara alami.

Apa Yang Kamu Ketahui Tentang Sampah

Sampah organik merupakan sampah yang dapat didaur ulang. Sampah organik seperti buah dan sayur yang membusuk dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat, termasuk kompos. Sebenarnya, mengolah sampah organik menjadi kompos tidaklah sulit.

Pengertian Sampah Organik, Jenis, Manfaat, Cara Mengelola, Dan Contohnya

Sampah organik juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan tambahan ternak. Tak hanya bisa dijadikan pakan tambahan kambing, sapi, dan kerbau, sampah organik juga bisa diolah menjadi pelet untuk pakan ayam dan ikan.

Sampah organik merupakan sampah yang juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan sampah organik yang berasal dari kotoran hewan dan manusia, limbah tempe dan tahu sebagai bahan utamanya.

Enam+ 01:15 VIDEO: Momen Anthony Sinisuka Ginting kalah dari wakil Jepang di babak 32 besar Indonesia Open 2024

PLN Jakarta Listrik tetap menjaga harapan lolos ke babak empat besar PLN Mobile Proliga 2024 usai menang 3-2 atas BJB Tandamata Bandung

Perbedaan Dan Contoh Sampah Organik Dan Anorganik

Mau nonton live serial PLN Mobile Proliga 2024 Palembang? Beli tiket melalui aplikasi PLN Mobile mudah dan cepat

PLN Mobile Proliga 2024: Dikalahkan Jakarta Pertamina Enduro, Pelatih Gresik Petrokimia Akui Masih Lemah di Penerima dan Blok

Kebijakan Ekstrim FIFA: Piala Dunia U-17 diadakan setahun sekali mulai tahun 2025, Qatar menjadi tuan rumah hingga tahun 2029

Apa Yang Kamu Ketahui Tentang Sampah

Foto: Paku Bima Ada, Ribuan Suporter Tak Takut Hujan Saat Rayakan Tontonan Timnas Indonesia Vs Filipina Malam 2024

Forkas Stis: Infografis Statistik Lingkungan Hidup

Foto: Melihat kemeriahan MALAM 2024, melihat kiprah Timnas Indonesia ke babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia

Foto: Momen Shin Tae-yong dukung Istora An Se-young di Final Fireboat Indonesia 2024 Hari Peduli Sampah Nasional tahun ini mengajak masyarakat untuk mengelola sampah sebagai bahan baku ekonomi di saat pandemi.

Gambar mendokumentasikan salah satu siswa SDN 131 Kota Jambi yang membuat materi kampanye sadar sampah dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional pada 21 Februari.

Kegiatan pemilahan atau daur ulang sampah jarang dilakukan oleh rumah tangga di Indonesia. Padahal, salah satu tindakan pengurangan, penggunaan kembali, daur ulang merupakan langkah awal dalam memulai ekonomi sirkular.

Ade Ufi: Cara Mudah Mengolah Sampah Makanan Di Rumah

Pemerintah mengajak masyarakat untuk mengelola sampah agar mempunyai nilai ekonomi dan mengembangkan industri pengelolaan sampah, seperti pengumpulan, pengangkutan, mesin dan peralatan pengolah sampah, daur ulang, pengomposan, biogas, dan energi lain dari sampah.

Paradigma sampah sebagai sumber daya ekonomi tertuang dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Pengelolaan sampah dilakukan dengan pendekatan holistik mulai dari hulu, sebelum dihasilkan produk yang bisa menjadi sampah. Kemudian di hilir, ketika produk sudah menjadi limbah, maka dapat dikembalikan dengan aman ke lingkungan.

Sampah dikelola dengan paradigma baru ini dengan cara mengurangi dan mengolah sampah. Pengurangan sampah sebagian besar sudah mulai dilakukan, namun pengolahan sampah belum menjadi kegiatan yang lumrah dilakukan masyarakat.

Apa Yang Kamu Ketahui Tentang Sampah

Berdasarkan survei akhir Oktober lalu, 8 dari 10 responden sudah mulai mengurangi sampah. Proporsi terbesar yang dilakukan adalah pengurangan penggunaan kantong plastik (38,5 persen). Sisanya membawa botol/wadah makanan dan kompos sendiri.

Daur Ulang Sampah Worksheet

Kesadaran tersebut bisa jadi terkait dengan program kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai yang gencar digalakkan pemerintah dalam dua tahun terakhir. Beberapa pemerintah daerah juga telah mengeluarkan peraturan daerah yang melarang penggunaan kantong plastik di fasilitas komersial, disertai sanksi atau denda.

Kegiatan penanganan sampah meliputi pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pengolahan akhir. Menurut UU Pengelolaan Sampah, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab setiap rumah tangga. Namun nyatanya hingga saat ini belum banyak masyarakat Indonesia yang melakukannya.

Hasil survei menunjukkan hampir separuh responden belum pernah memisahkan sampah organik dan anorganik. Selain itu, dua pertiga responden mengaku belum pernah mengolah sampah menjadi produk yang bernilai ekonomis.

Kegiatan memilah sampah sangatlah mudah. Di atas kertas, masyarakat harus memisahkan sampah organik (sisa sayur/buah, tulang/duri hewan) dan sampah anorganik (plastik, kertas, styrofoam). Caranya dengan menyediakan dua wadah atau lebih yang mampu menampung jenis sampah berbeda.

Pengelolaan Sampah Modern Demi Sumber Energi Berkelanjutan

Namun tentu saja hal ini tidak dilakukan. Limbah organik, anorganik, atau bahan berbahaya dan beracun atau B3 (baterai/elektronik) segera dikumpulkan dalam wadah dan dibuang ke tempat sampah depan rumah.

Pemilahan sampah di rumah dapat membantu memilah sampah menjadi sampah yang dapat digunakan, dapat didaur ulang, dan tidak dapat digunakan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam “Model Pengelolaan Sampah Berbasis 3R (2010)” menyebutkan ada beberapa manfaat dalam pengklasifikasian sampah.

Manfaat tersebut meliputi barang-barang yang masih dapat digunakan dan tidak terbuang percuma. Kemudian, memberikan penghasilan tambahan kepada masyarakat dan pendaur ulang sampah dengan menjual sampah yang mempunyai nilai ekonomi. Selain itu, dapat mengurangi jumlah sampah yang diangkut ke TPA serta menjaga kesehatan dan keselamatan petugas pengelola sampah. Manfaat lainnya adalah mengurangi polusi dan menjaga kebersihan lingkungan.

Apa Yang Kamu Ketahui Tentang Sampah

Memilah sampah bukanlah hal yang mudah bagi setiap rumah tangga di Indonesia. Kota Banjarsari, Jakarta Selatan yang menerapkan program Bank Sampah sejak tahun 1980-an, tidak semua warganya bisa memilah sampah.

Jelaskan Informasi Yang Kamu Peroleh Dari Poster Berikut

Merujuk pada penelitian “Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Komunitas: Contoh dari Dua Komunitas di Sleman dan Jakarta Selatan”, (Beta dkk, 2008), rata-rata kemampuan memilah sampah di tingkat rumah tangga di Banjarsari tidak lain hanyalah 56 persen. Sisanya masih berupa campuran sampah organik dan anorganik.

Menurut penelitian “Analisis Perilaku Pengelolaan Sampah di Kota Surabaya” (Elga, 2019), perilaku masyarakat dalam mengelola sampah dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi tingkat pengetahuan masyarakat, pendapatan, waktu luang, dan tingkat pendidikan. Faktor eksternal dipengaruhi oleh penegakan hukum, penyediaan infrastruktur dan sosialisasi.

Salah satu penyebab masyarakat tidak memilah sampahnya adalah karena tidak mengetahui jenis-jenis sampah. Sederhananya, masyarakat hanya mengetahui bahwa barang-barang yang tidak terpakai atau sisa aktivitas sehari-hari otomatis menjadi sampah dan harus segera dibuang dari rumah.

Menurut UU Pengelolaan Sampah, tingkat klasifikasi dan pengolahan sampah menjadi tanggung jawab masing-masing rumah tangga. Namun tentunya hingga saat ini belum banyak masyarakat Indonesia yang melakukannya.

Uraian Singkat Jawaban Gf Akar

Kalau masyarakat tidak tahu jenis sampahnya, bagaimana mereka bisa memilah atau mendaur ulangnya. Atau jika Anda sudah mengetahui jenis sampahnya, namun belum mengetahui cara penanganan sampah tersebut.

Faktor lain yang belum diketahui masyarakat adalah sampah yang dipilah berdasarkan jenisnya dapat dimanfaatkan kembali atau memiliki nilai ekonomis. Dari berbagai penelitian mengenai perilaku pengelolaan sampah, ketidaktahuan ini juga menjadi isu yang berpengaruh.

Penelitian di Sleman dan Banjarsari menunjukkan bahwa hasil pengelolaan sampah masyarakat belum dimanfaatkan secara optimal. Misalnya, produk sampah kompos di Banjarsari hanya diberikan kepada pemulung, tidak dijual ke pihak lain. Hal inilah yang menghambat program di Banjarsari.

Apa Yang Kamu Ketahui Tentang Sampah

Berbeda dengan penelitian “Analisis Perilaku Pemilahan Sampah di Kota Surabaya”, masyarakat ekonomi lemah di Surabaya cenderung memilah dan mendaur ulang sampah karena adanya insentif ekonomi dari kegiatan tersebut. Sampah anorganik dikumpulkan di Bank Sampah yang tersebar di setiap kecamatan dengan omzet Rp 1 juta hingga Rp 2 juta per bulan.

Cara Kurangi Sampah Selama Di Rumah

Hal serupa juga terjadi di Desa Genteng Kabupaten Sumedang Jawa Barat pada penelitian “Perubahan Sikap Masyarakat Terhadap Sampah Melalui Pengolahan Sampah Organik dan Anorganik” (Hetty, dkk, 2017). Masyarakat Desa Genteng mengolah limbah kopi di desanya menjadi produk ekonomi seperti bahan pokok, pupuk, dan pakan ternak.

Rusdian (32) menyelesaikan pekerjaannya

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *