Biota Laut Di Raja Ampat – Tanpa diketahui banyak orang, keindahan alam Raja Ampat di provinsi Papua Barat menjadi rumah yang nyaman bagi hewan laut karismatik dan pari manta.

Makhluk laut berukuran raksasa namun sangat jinak ini lebih memilih perairan Raja Ampat sebagai rumah utamanya. Secara acak, ada dua spesies pari manta, yaitu manta karang dan manta laut.

Biota Laut Di Raja Ampat

Biota Laut Di Raja Ampat

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat Yusdi Lamatengo, perairan Raja Ampat disukai dua jenis pari manta karena Raja Ampat merupakan pertemuan dua perairan yakni Samudera Pasifik. Samudera Hindia.

Ini Dia 10 Tempat Wisata Yang Wajib Dikunjungi Saat Tour Ke Raja Ampat

“Memang unik, tapi sekaligus menjadi tantangan bagi kita untuk menjaganya. Bagaimana kedua spesies ini tetap nyaman di perairan Raja Ampat,” ujarnya akhir pekan lalu di Jakarta.

Karena tempatnya yang nyaman, Raja Ampat juga menjadi tempat berkembang biaknya pari manta mulai dari lahir dalam kandungan induknya hingga tumbuh dewasa, kata Yusdi (

). Penemuan ini menjadikan Raja Ampat satu-satunya situs di Indonesia, dan pertama di Asia Tenggara.

Pari manta, meski berukuran raksasa, ramah terhadap penyelam. Manta ini banyak ditemukan di perairan Raja Ampat di Papua Barat. Foto: Konservasi Internasional Indonesia

Ecotourism Surga Bawah Laut Raja Ampat Halaman 1

Di kawasan Raja Ampat, kata Yudsi, pola migrasi pari manta menunjukkan temuan menarik, yakni pari manta yang berasal dari kawasan tersebut umumnya tidak menjelajah jauh dan kembali ke kawasan yang sama. Penelitian ini menegaskan Viag Lagoon sebagai tempat berkembang biak dan membesarkan pari manta (

“Di Viag, pengelolaan wisata pari manta yang lebih baik akan diprioritaskan untuk menjamin keberlangsungan populasi pari manta di Raja Ampa,” ujarnya.

Artinya kawasan perairan Viag Pond yang terkenal di seluruh dunia sebagai perairan yang indah dengan pemandangan dramatis yang dihiasi gugusan perbukitan hijau.

Biota Laut Di Raja Ampat

Karena rutinnya aktivitas pari manta, Yusdi mengaku sangat tertarik untuk mengembangkan pariwisata di daerahnya. Ia mengaku tidak ingin biota laut yang ada menjadi korban dan punah akibat salah pengelolaan.

Sap Kep. Raja Ampat

“Untuk itu kami selalu dilindungi oleh perangkat hukum sehingga pengelolaannya berjalan dengan baik. Di Raja Ampat sudah ada peraturan daerah (perda) yang melarang penangkapan ikan pari manta,” jelasnya merujuk pada tahun 2012. Peraturan Raja tentang larangan penangkapan ikan hiu, pari manta dan jenis tertentu mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Ambat Nomor 9. Ikan di Perairan Raja Ambat.

(CI) Indonesia Victor Nikijuluw. Menurutnya, Raja Ampat merupakan salah satu kawasan laut yang harus selalu dilindungi karena memiliki banyak sumber daya laut. Ia juga mengatakan, laut Raja Ampat bukan milik negara lain.

“Negara lain, wilayah lain di Indonesia tidak usah diperhitungkan, tidak. “Raja Ampat sangat eksklusif,” ujarnya akhir pekan lalu.

Pari manta mencari makan di perairan Wayag, Raja Ampat, Papua Barat. Foto: Konservasi Internasional Indonesia

Lindungi Biota Raja Ampat, Pemerintah Diminta Bikin Peta Kawasan Laut

Victor mengatakan sumber daya laut yang perlu dilindungi antara lain biota laut seperti pari manta. Dua spesies ikan pari seperti Raja Ampattil, Manta Karang, dan Manta Samudra dapat hidup berdampingan dan tumbuh dengan baik. Ia mengatakan keajaiban seperti itu hanya bisa terjadi di Raja Ambat.

“Di daerah lain, hanya di Indonesia, biasanya hanya terdapat satu jenis mantaray di perairan tertentu. Hal yang sama terjadi di negara lain. Tidak ada perairan yang memiliki dua spesies pari manta. “Itu disebut keajaiban,” katanya.

Kedua spesies ini bukan hanya sekedar keajaiban, namun menurut Victorin, statusnya kini masuk dalam kelompok hewan yang kini masuk dalam daftar spesies terancam punah.

Biota Laut Di Raja Ampat

Penyelam mencari makan pari manta di perairan Wayag, Raja Ampat, Papua Barat. Foto: Konservasi Internasional Indonesia

Destinasi Wisata Raja Ampat Sebagai Primadona Baru Di Dunia

“Masuknya kedua spesies pari manta ini ke dalam daftar ini semakin mempertegas ancaman kepunahan pari manta jika perdagangan internasional terus tidak terkendali,” jelasnya.

Victor menambahkan, menyelamatkan pari manta dari kepunahan merupakan tantangan bagi Indonesia. Selain melahirkan 1 anak sapi dalam kurun waktu 2 hingga 5 tahun, ancaman penurunan populasi pun semakin meningkat mengingat meningkatnya perburuan liar akibat permintaan insang manta dari Tiongkok. Suku asli Maya di Kabupaten Raja Ampat. , Provinsi Papua Barat sepakat untuk menerapkan peraturan konservasi laut di wilayahnya untuk kepentingan menjaga perairan Raja Ampat sebagai perairan dengan biota laut terlengkap di dunia. Perjanjian tersebut dikeluarkan oleh Dewan Adat Suku Maya sebagai pengakuan atas pentingnya menjaga ekosistem laut Raja Ampat.

Sebelum menyepakati kesepakatan dengan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat dan beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) internasional, Dewan Suku Maya mempelajari terlebih dahulu kondisi perairan di wilayahnya. Cara ini untuk memahami apa dan bagaimana muka air tanah di wilayah tempat mereka tinggal selama ini.

Dengan belajar terlebih dahulu, masyarakat adat Maya ditantang untuk membuat peraturan rutin yang mendikte pemerintah daerah. Selain itu, praktik ini juga sebenarnya dilakukan secara mandiri oleh masyarakat adat dalam kaitannya dengan perlindungan wilayah perairan di sekitar Raja Ampat.

Surga Bawah Laut Dunia Adalah Raja Ampat

Wakil Bupati Raja Ampat Manuel Peter Urbinas akhir pekan lalu mengatakan, usulan peraturan yang disampaikan warga Raja Ampat mencakup poin-poin yang belum masuk dalam peraturan adat Raja Ampat terkait penanganan kasus kerusakan laut di wilayah adat. Warga mengajukan proposal tersebut dalam sebuah lokakarya di Wysa, ibu kota Raja Ampat, pada awal Desember.

“Hukum negara tampaknya tidak membuat jera para penjahat. Oleh karena itu, kami ingin memberikan landasan hukum bagi masyarakat adat untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran yang terjadi di Raja Ampat. “Pelanggar harus mematuhi sanksi yang biasa diberikan,” ujarnya.

Manuel mengatakan perairan Raja Ampat penting untuk dijaga karena kawasan tersebut dikenal sebagai surga bawah laut dunia. Faktanya, Raja Ampat adalah rumah bagi 75% spesies karang dunia dan 1.765 spesies ikan, yang menghidupi 76.000 penduduk Raja Ampat.

Biota Laut Di Raja Ampat

Namun kawasan laut Raja Ampat masih terancam oleh bom, penangkapan ikan dengan sianida, perburuan hiu, dan penebangan hutan bakau, jelasnya.

Raja Ampat, Serpihan Surga Di Tanah Papua

Dari lokakarya ini, kata Manuel, telah disusun Kode Ritual Suku Maya Raja Ampat mengenai konservasi ikan, biota laut, dan potensi sumber daya alam lainnya di wilayah pesisir dan laut.

“Dewan adat akan menyerahkan rancangan peraturan adat ini kepada pemerintah daerah sehingga bisa mendorong terciptanya peraturan adat yang bersifat wajib,” ujarnya.

(CI) Indonesia mengaku terlibat dalam mendorong konservasi masyarakat adat, karena 80 persen masyarakat di kawasan Raja Ampat sangat bergantung pada sumber daya alam laut.

Manajer KKP Raja Ampat CI Indonesia Christian Tebu menginformasikan hal tersebut. Menurutnya, masyarakat adat mengangkat isu laut sebagai sarana akses karena banyak yang mengetahui ketergantungan mereka terhadap sumber daya alam di laut.

Penantian Endemi Desa Wisata Spesies Di Raja Ampat

Menurut Christian, keberadaan peraturan adat diyakini akan mendorong penerapan peraturan daerah Raja Ampat tentang pengakuan masyarakat adat Maya. Ia mengatakan masyarakat sepakat dalam aturan adat bahwa Dewan Adat akan berusaha memberikan denda kepada mereka yang melakukan kejahatan maritim atau menerima sanksi sosial.

“Raperda ini akan kami serahkan ke Pemkab Raja Ampat, agar disahkan menjadi peraturan adat. Tentu saja, sebelum menyampaikan rancangan peraturan adat ini, kita perlu menjangkau seluruh warga terlebih dahulu, agar mereka bisa memahaminya. isi peraturan yang kami usulkan,” kata Ketua Dewan Adat Suku Maya Kristen itu juga.

“Dengan adanya peraturan adat ini, kami berharap kedudukan masyarakat adat dalam pengelolaan lokal dapat ditingkatkan sejalan dengan peraturan adat yang berlaku,” tutupnya.

Biota Laut Di Raja Ampat

Agus Dermawan, Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menghormati keputusan masyarakat adat untuk menjaga perairan di sekitar wilayah adatnya. Menurutnya, cara masyarakat adat memanfaatkannya menunjukkan adanya kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem laut.

Mengintip Kehidupan Bawah Laut Di Citrus Ridge, Raja Ampat

“Pemerintah Indonesia sejak lama sangat menghormati seluruh kearifan lokal yang ada pada setiap masyarakat adat. Setiap tradisi menerjemahkannya secara berbeda. “Kami akan terus mendukung konservasi laut sepanjang itu untuk kepentingannya,” ujarnya.

Agus mencontohkan, salah satu kearifan lokal yang ada di Indonesia adalah bagaimana masyarakat adat Lamalera di Lembata dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjaga wilayah lautnya dengan sebaik-baiknya. Ia mengatakan metode mereka diterapkan dari sudut pandang berbeda, namun tetap mengedepankan konservasi alam laut.

“Hal serupa juga terjadi pada masyarakat adat lainnya di Indonesia. Saya yakin mereka punya cara masing-masing dalam menjaga kawasan laut di sekitar mereka. Caranya berbeda-beda, tapi tujuannya sama, untuk keberlanjutan,” ujarnya.

Tradisi penangkapan ikan pari manta dan ikan paus yang dilakukan masyarakat adat Lamalera di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Foto: floresa.com

Taman Laut Raja Ampat

Pada bulan Mei 2016, Kabupaten Kaimana, wilayah lain di Papua Barat, mengambil tindakan serupa terhadap Raja Ampat. Kawasan yang terkenal dengan bayangan malamnya, Pulau Namota telah ditetapkan sebagai Kawasan Perlindungan Perairan Daerah (KPPD) sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten (PERDA) Kabupaten Kaimana Nomor 11 Tahun 2014. KPPD).

Pulau Namota sendiri secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Kota Kaimana dan dihuni oleh 149 Kepala Rumah Tangga (KK) yang sebagian besar berasal dari suku Toivai. Dengan menetapkan Deklarasi Adat, Kaimana mengklaim menjaga kelestarian alam di sekitar Pulau Namota yang luas daratannya mencapai 508.324 hektar.

Manajer Koridor Ci Indonesia-Caimana Tamrin La Muasa saat pengumuman mengatakan, Namota merupakan bagian dari Kawasan Pengelolaan Konservasi Kota Kaimana yang luasnya mencapai 122.586 hektar atau 24 persen dari total luas KPPD Kaimana. Selain Namota, masih ada desa lain yang memiliki deklarasinya masing-masing.

Biota Laut Di Raja Ampat

“Selain Kaimana, ada Teluk Borovai, Arguni, dan Etna Yamore. “Setiap Pengelolaan wilayah mematuhi Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2004,” ujarnya kepada Indonesia.

Pulau Raja Ampat

Tamrine menjelaskan dan bisa melakukannya

Wisata di raja ampat, biota laut raja ampat, bandara di raja ampat, diving di raja ampat, resort di raja ampat, penginapan di raja ampat, liburan di raja ampat, hotel di raja ampat, homestay di raja ampat, villa di raja ampat, raja ampat di indonesia, snorkeling di raja ampat

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *