Bisnis Sukses Di Tengah Pandemi – Di tengah pandemi Covid-19 (coronavirus disease 2019-red) yang terjadi saat ini, menjadi tantangan tersendiri bagi penjamin pinjaman atau peminjam untuk berhasil melunasi utangnya. Bagi individu yang reseptif di negara bagian ini, komunikasi sangat penting untuk mendukung keberhasilan ini.

Adanya kendala sosial memperlebar ruang dan jarak fisik dengan peminjam. Pelayanan di wilayah pelayanan terpadu dan pertemuan tatap muka fisik sebaiknya dibatasi. Berdasarkan data laporan jumlah produk hukum bulan Maret sampai dengan Mei 2020 dari Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) pada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Provinsi Maluku Utara, Tengah, Gorantalo, dan Utara (Kanwil Suluttenggomalut), hal ini merupakan jawaban atas pertanyaan produk menit (BATJ) pada peminjam, menunjukkan tidak. Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) sebagai unit vertikal yang menangani kewenangan Cabang PUPN akan menerbitkan Surat Panggilan/Peringatan/Teguran dengan tanggal menghadap peminjam pada bulan Juni 2020, yaitu diperkirakan akan berakhir setelah keadaan darurat bencana non alam.

Bisnis Sukses Di Tengah Pandemi

Bisnis Sukses Di Tengah Pandemi

Terbitnya Peraturan Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Perdirgen) Nomor 7/KN/2020 tanggal 22 Juni 2020 Tentang Pedoman Pemberian Pelayanan Pengelolaan Piutang Negara kepada KPKNL Keadaan Bencana Tidak Alam Dengan Wabah Virus Corona Tahun 2019, Mengatasi Tantangan Penyelenggaraan Negara Pengelolaan Piutang pada Cabang PUPN/KPKNL.

Bpr Ajm Tetap Eksis Ditengah Pandemi

Pada masa pandemi Covid-19, penggunaan media elektronik virtual seperti video conference sebagai sarana komunikasi dengan peminjam dan/atau pejabat pemerintah terus dilakukan dengan kegiatan yang dimulai dengan penyerahan Berkas Perkara Piutang Negara (BKPN) secara elektronik. Penyampaian Surat Panggilan kepada Penjamin Hutang. Kemudian, kegiatan penyiapan, pengumpulan, dan pemeriksaan BATJ dengan menggunakan surat paksa. Hal ini dipermudah dengan diterbitkannya peraturan Direktur Jenderal.

Namun untuk produk yang memerlukan tanda tangan basah seperti BATJ dari notulensi wawancara, pernyataan bersama, dan surat paksaan tetap memerlukan kehadiran fisik peminjam. Permasalahan non-teknis yang klasik seperti surat yang selalu kembali ke KPKNL karena merupakan alamat tujuan peminjam, pilihan moda transportasi dan fasilitas komunikasi virtual seperti jarak lokasi peminjam ke KPKNL diharapkan dapat mengatasi permasalahan tersebut. kurang spesifik.

Penyebaran wabah Covid-19 berdampak pada sebagian besar peminjam yang terorganisasi sebagai unit vertikal di bawah Kementerian Keuangan yang menjalankan yurisdiksi PUPN. Peminjam adalah perusahaan dan individu. Secara nasional, aktivitas dunia usaha domestik semakin menurun pada triwulan II tahun 2020. Pertumbuhan ekonomi Indonesia anjlok hingga minus 5,32 persen pada kuartal II-2020.

Berdasarkan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha yang dilakukan Bank Indonesia, penurunan tersebut tercermin pada nilai saldo bersih tertimbang yang sebesar minus 35,75% pada triwulan II tahun 2020, kontraksi yang lebih dalam dibandingkan minus 5,56% pada triwulan I. 2020. Penurunan aktivitas global bisnis di berbagai sektor ekonomi dengan penurunan tajam di sektor industri pengolahan, sektor komersial, hotel dan restoran, serta sektor jasa.

Peluang Bisnis Yang Bikin ‘cuan’ Di Tengah Pandemi .:: Sikapi ::

Dari sisi pengeluaran konsumsi rumah tangga tercatat minus 5,51 persen pada April hingga April menurut Badan Pusat Statistik. Juni 2020. Dampaknya terhadap berbagai sektor juga menyebabkan menurunnya kemampuan peminjam dalam memenuhi kewajiban penyelesaian utangnya.

Lantas, bagaimana cara membangun komunikasi dengan peminjam yang keadaannya dipengaruhi oleh berbagai faktor? Ada beberapa aspek penting dalam membangun komunikasi dengan peminjam sebagaimana diuraikan di bawah ini.

Komunikasi yang efektif dimulai dari seberapa baik pengirim pesan (komunikator) mengetahui dan/atau mengenali penerima pesan (berkomunikasi) serta memahami isi pesan. Oleh karena itu, kita perlu mempersiapkan hal-hal berikut ini:

Bisnis Sukses Di Tengah Pandemi

A. Kumpulkan informasi tentang peminjam atau penjamin pinjaman. Penting untuk memahami terlebih dahulu sifat/karakteristik pribadi dan pengaruh individu yang bersangkutan jika ia mempunyai jabatan tertentu

Cara Membuka Toko Baju Offline Dengan Sukses Untuk Pemula

B. Menguasai materi komunikasi. Memahami isi BKPN peminjam yang bersangkutan, misalnya saldo dan riwayat pinjaman, kontrak sebelumnya dan menyiapkan persyaratan terkait jika diminta peminjam.

Jagalah isi pesan tetap profesional dan sopan. Pastikan maksud dan tujuan terkomunikasikan dengan baik dan dipahami oleh peminjam, terutama pada saat berkomunikasi secara virtual, dimana ada kemungkinan terjadi gangguan jaringan saat berkomunikasi.

Mendengarkan peminjam merupakan salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan dalam mencoba membangun komunikasi yang baik. Dari sini diambil pertimbangan untuk memberikan solusi terhadap situasi peminjam dan kemudian menuju kesepakatan.

Sedangkan mengenai mekanisme penyelesaiannya dapat disesuaikan dengan keadaan yang ada pada peminjam dengan berpedoman pada ketentuan yang berlaku. Sejalan dengan situasi pandemi saat ini, kami dapat menawarkan program percepatan pengelolaan pendapatan negara sebagaimana tertuang dalam surat edaran Direktur Jenderal Kekayaan Negara No. SE-1/KN/2020 tanggal 22 Juli 2020. Salah satunya adalah fasilitas keringanan pinjaman. Himbauan tersebut dapat kami sampaikan dengan brosur keringanan utang yang menarik sebagaimana tercantum dalam SE-1/KN/2020. Komunikasi yang lebih baik dengan peminjam diharapkan dapat menunjukkan empati terhadap pandemi, serta meningkatkan kemampuan peminjam dalam membayar kembali pinjamannya.

Kegiatan Webinar “bisnis Saya Baik Baik Saja: Memetakan Kondisi Bisnis Umkm Agar Mampu Berdaya Saing”

Saat mengajukan imbauan atau peringatan, sertakan kalimat pembuka yang memahami bahwa pandemi Covid-19 merupakan masa yang penuh tantangan dan sulit bagi peminjam untuk melunasi utangnya. Anda juga dapat menambahkan kalimat yang menyatakan penghargaan kepada peminjam yang mempunyai niat dan kemampuan untuk segera mengembalikan pinjamannya setelah menerima banding. Namun bila tidak, mintalah kesediaan peminjam untuk membalas email, melakukan panggilan telepon, atau sarana komunikasi lainnya langsung dengan petugas untuk mendiskusikan alternatif kesepakatan.

Bagaimana dengan kesempatan bertemu peminjam yang kesulitan berkomunikasi? Menurut Sersan E. & T. Fearon, dalam bukunya yang berjudul How to Talk to Everyone in Every Situation, situasi sulit biasanya membuat kita memikirkan hal atau kemungkinan yang tidak kita inginkan. Dalam situasi sulit kita cenderung berfokus pada hal-hal negatif. Yang perlu dilakukan adalah fokus pada hasil positif dari komunikasi dan hubungan yang ingin diciptakan di masa depan. Dengan cara ini, tujuan komunikasi dengan peminjam dapat ditentukan dengan baik, pesan dapat disampaikan secara positif dan efektif secara profesional. Dalam situasi komunikasi yang sulit, menguasai empati adalah keterampilan membangun hubungan untuk membangun kepercayaan, memungkinkan kita mengubah pengalaman yang kurang positif menjadi pengalaman yang lebih positif sambil mengembangkan pemahaman yang lebih dalam.

Kemampuan membangun komunikasi yang baik secara langsung dan virtual dengan peminjam mempunyai peran penting, terutama di tengah situasi pandemi Covid-19. Komunikasi yang baik menunjang sisi teknis operasional pengelolaan piutang negara. Kedepannya diharapkan dapat menurunkan tingkat tunggakan pengelolaan penerimaan negara dan meningkatkan kontribusi Penerimaan Negara Bukan Pajak dalam hal biaya administrasi pengelolaan penerimaan negara.

Bisnis Sukses Di Tengah Pandemi

Sersan E. & T. Fearon. 2019. Bagaimana berbicara dengan semua orang dalam setiap situasi, cet. ke-3. Terjemahan: Ursula Gani Buditzaja. Ilmu Pengetahuan Populer Bhuana, Jakarta. Halaman 269.

Tips Sukses Berbisnis Di Era New Normal Pasti Cuan

Bank Indonesia. 2020. SKDU Qw II – 2020: Aktivitas dunia usaha menurun. https://www.bi.go.id/id/ruang-media/info-terbaru/Pages/SKDU-Tw-II-–-2020-Kegiatan-Dunia-Usaha-Turun.aspx . Diakses pada 11 Agustus 2020.

Badan Pusat Statistik. Tahun 2020. Perekonomian Indonesia menyusut sebesar 5,32 persen pada triwulan II tahun 2020. https://www.bps.go.id/pressrelease/2020/08/05/1737/- Ekonomi-indonesia-triwulan-ii-2020-turun-5-32-persen.html . Diakses pada 11 Agustus 2020 Situs web ini menggunakan cookie untuk memberi Anda situs web yang ramah pengguna, aman, dan efektif. Pengaturan cookie di browser biasanya diatur ke “Izinkan semua cookie”. Jika Anda terus melihat situs web ini, Anda menyetujuinya. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi dan cookie kami, silakan kunjungi kebijakan privasi kami

Pandemi Covid-19 juga berdampak pada sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya sektor kuliner, jasa, transportasi, dan pariwisata.

Berdasarkan pemberitaan detikcom, Wakil Ketua Umum Pengembangan Wirausaha Nasional (KADIN) Kamar Dagang Indonesia, Arsjad Rasjid mengatakan kewirausahaan dan pengembangan kompetensi merupakan dua faktor penting untuk menunjang ketahanan UMKM. Krisis keuangan.

Mau Sukses Berbisnis Kuliner Di Tengah Pandemi? Cek Kiat Ini!

Meski perkembangan perekonomian negara saat ini kurang baik, namun ada UMKM yang berhasil mempertahankan atau mengembangkan usahanya di masa pandemi. Kehadiran platform online, termasuk e-commerce dan media sosial, akan membantu UMKM memasarkan produknya dan melayani pelanggan di tengah pandemi Covid-19.

Saat menjalankan bisnis di tengah ketidakpastian, Anda menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk kegagalan. Oleh karena itu, daripada berfokus pada skenario terburuk, sebaiknya persiapkan diri Anda untuk terus mengembangkan dan mengelola bisnis Anda.

Untuk menjalankan bisnis, pengusaha UMKM perlu mengatur dan menentukan target sesuai dengan demografi, tempat tinggal, gaya hidup, dan kebiasaan konsumen. Selain itu, pelaku usaha UMKM juga dapat memanfaatkan internet sebagai media pendukung pemasaran online. Dengan memanfaatkan Internet, pelaku usaha UMKM mampu menjangkau calon pelanggan yang lebih luas karena tidak terbatas secara geografis dan tanpa kendala waktu. Kemudian, bisnis digital juga memungkinkan pelaku usaha mengukur jumlah pengunjung situs atau pengguna yang melakukan pembelian.

Bisnis Sukses Di Tengah Pandemi

Selain memperhatikan strategi pemasaran, pelaku usaha UMKM perlu berinteraksi dengan konsumen baik secara offline maupun online. Hal ini juga berpotensi menciptakan hubungan dan membangun kepercayaan konsumen dalam jangka panjang.

Kriteria Pengusaha Muda Ala Sandiaga Uno

Tidak sebatas itu saja, para pelaku usaha UMKM menghadapi tantangan dari sisi operasional, fasilitas yang memadai untuk menjaga ruang produksi dan penyimpanan barang dalam jumlah banyak dan standar sehingga dapat menjaga kualitas barang. dihasilkan, serta menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan berkinerja tinggi.

Setelah memahami tips menjalankan usaha di tengah pandemi Covid-19, para pelaku usaha UMKM juga harus terlindungi agar terhindar dari risiko bencana atau musibah alam dan melindungi diri mereka sendiri.

Untuk itu, penting untuk memiliki perlindungan asuransi yang memadai atas risiko yang Anda hadapi. Ada banyak sekali jenis produk asuransi di Indonesia yang bisa dipilih sesuai kebutuhan para pebisnis, produk Asuransi Properti Usahaku sangat cocok untuk UMKM.

Memulai bisnis di tengah pandemi, usaha bisnis di tengah pandemi, bisnis menjanjikan di tengah pandemi, bisnis kuliner di tengah pandemi, bisnis apa di tengah pandemi, bisnis di tengah pandemi, bisnis menguntungkan di tengah pandemi, ide bisnis di tengah pandemi, bisnis bagus di tengah pandemi, bisnis sukses di masa pandemi, usaha sukses di tengah pandemi, peluang bisnis di tengah pandemi

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *