Foto Makam Sunan Gunung Jati Cirebon – Makam Sunan Gunung Jati merupakan salah satu destinasi wisata di Cirebon. Peziarah kembali mengunjungi makam ini meski dalam keadaan sakit.

Tidak ada yang berubah dari lokasi Makam Sunan Gunung Jati, objek wisata di Cirebon. Makam salah satu Wali Songo masih dibanjiri peziarah dari berbagai daerah di Pulau Jawa.

Foto Makam Sunan Gunung Jati Cirebon

Foto Makam Sunan Gunung Jati Cirebon

Kalaupun datang ke Makam Sunan Gunung Jati pada malam hari, masih ada peziarah yang berkunjung ke sana. Salah satunya adalah kelompok Ny. Fatimah berangkat dari Tuban, Jawa Timur.

Safari Ramadan, Ahy Ziarah Ke Makam Sunan Gunung Jati Hingga Buka Bazar Ramadan

Setiap tahunnya, ia sengaja menyempatkan diri untuk ikut menunaikan ibadah haji Wali Songo dengan berziarah ke makam para wali untuk melakukan perjalanan sembari berdoa dengan tujuan mendapat keberkahan.

Hal tersebut juga diungkapkan salah satu penjaga Makam Sunan Gunung Jati bernama Ahmad. Ahmad yang mewarisi tugas penjaga makam dari ayahnya juga mengatakan, penyakit tersebut tidak menyurutkan minat jamaah untuk datang ke makam penyebaran Islam di Jawa Barat dan Banten.

Baru pada awal penyakit saja para pemudik takut untuk datang. Saat ini kondisinya berangsur-angsur membaik, namun belum kembali ke masa sebelum penyakit itu muncul.

“Awal penyakit masyarakat tidak dianjurkan datang, sekarang sudah mulai normal, masih ada masyarakat yang datang, namun tidak sesibuk dulu,” kata Ahmad.

Makam Sunan Gunung Jati, Jejak Wisata Religi Di Cirebon

Makam Sunan Gunung Jati terdiri dari 9 pintu. Pengunjung biasanya mencapai pintu kelima. Ini adalah tempat dimana mereka biasanya berdoa kepada orang suci. Mereka tampak khusyuk sambil shalawat dan membaca wirid.

Kompleks Makam Sunan Gunung Jati memiliki perpaduan arsitektur Jawa, Arab, dan Cina. Pemakaman ini merupakan tempat peristirahatan terakhir Sunan Gunung Jati dan anak-anaknya yang kini menginjak generasi ke-16.

Makam Sunan Gunung Jati terletak di Jl Alun-Alun Ciledug No 53, Astana, Cirebon, Jawa Barat. Pemakaman ini buka 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

Foto Makam Sunan Gunung Jati Cirebon

Di masa pandemi ini, Makam Sunan Gunung Jati juga menerapkan aturan kesehatan bagi pengunjungnya. Pengunjung wajib memakai masker, menjaga jarak dan toleransi, dan fasilitas cuci tangan juga disediakan di berbagai bagian pemakaman.

Syawalan Tradisi Turun Temurun Keturunan Sunan Gunung Jati

Makam Sunan Gunung Jati Wisata Religi Sunan Gunung Jati Makam Cirebon Wisata Cirebon Ziarah Wali Songo Wisata Wali Songo JabaE satu.com (Cirebon) – Orang utama yang dimakamkan di makam Gunung Sembung adalah Sunan Gunung Jati atau Syekh Syarif Hidayatullah. Selain itu juga terdapat makam Sultan Cirebon beserta kerabat dan nenek moyang Cirebon.

Makam Gunung Sembung dibangun pada tahun 1400 Saka dan ditandai dengan candra sengkala “WARNA SIRNA TANANA TUNGGAL”. Di depan makam terdapat sebuah bujur sangkar. Di tengah alun-alun ada sebuah pintu masuk. Sisi barat ditanami pohon munggur, sedangkan sisi utara ditanami pohon sawo dan tanjung. Di pelataran alun-alun ini terdapat dua bangunan, MANDE MANGU atau MANDE TEPASAN di sebelah barat dan Pendopo Ringgit di sebelah timur. Rumah Mande Mangu dibangun pada tahun 1402 Saka yang ditandai dengan candrasengkala “LION KARI GAWE ANAKE”. Menurut tradisi, rumah tersebut merupakan pemberian Ratu Nyawa putra Raden Patah dari Demak yang menikah dengan Pangeran Bratakelana putra Sunan Gunung Jati. Pangeran Btakela meninggal di laut saat melakukan perjalanan dari Demak ke Cirebon.

Terdapat dua pintu masuk utama menuju makam berupa gapura candi sementara. Kedua pintu gerbang tersebut dinamakan Gapura Kulon dan Gapura Wetan. Gerbang yang digunakan masyarakat adalah gerbang timur (Gapura Wetan). Masuk halaman pertama sebelah kanan adalah Sumur Jati. Di sebelah kiri pintu masuk terdapat deretan tiga rumah Mande Cungkup Danalaya, terletak di sisi timur, di tengah Museum terdapat tempat penyimpanan Sunan Gunung Jati. Benda-benda tersebut merupakan hadiah dari luar negeri, termasuk 10 botol dari Tiongkok pada masa Dinasti Ming. Di sebelah selatan Museum Kong terdapat rumah Mande Cungkup Trusmi.

Memasuki gerbang kedua di sebelah kanan terdapat sejumlah tempat pengangkutan air bagi jamaah. Di sebelah kiri terdapat bangunan Pendopo Soka yang diperuntukkan sebagai tempat peristirahatan para tamu perjalanan. Disebelah selatan rumah ini terdapat Siti Hinggil. Selain itu di sebelah selatan Siti Hinggil terdapat rumah Mande Budi Jajar atau Mande Pajajaran yang dibangun pada tahun 1401 Saka (1479 M) yang ditandai dengan candrasengkala “Tunggal Boya Hawarna Tunggal”. Rumah ini merupakan pemberian Prabu Siliwangi kepada Pangeran Cakrabuana atau Walasungsang. Mande Pajajaran mempunyai peta berbentuk persegi dengan ukuran 9,80 x 9,80 m. Tinggi bangunan 6,80 meter dan memiliki 8 tiang. Pada bagian atas tiang, di antara balok tarik dan tiang terdapat hiasan bergambar bunga berbentuk persegi. Bagian atas dan bawah tiang dihiasi ukiran gambar pepohonan.

Kunjungi 5 Saja! Ini 9 Pintu Makam Sunan Gunung Jati, Merinding

Masuki halaman ketiga melalui Gerbang Weregu, lalu seberangi jembatan menuju bangsal Pekemitan. Kelurahan ini terbagi menjadi dua bagian, satu di sebelah timur disebut Paseban Kraman dan satu lagi di sebelah barat disebut Paseban Bekel. Ini adalah bangsal tempat peziarah mengelola kuburan. Peziarah harus belok kiri melalui jembatan hingga mencapai tempat khusus peziarah. Di sebelah alun-alun ziarah banyak terdapat makam keluarga kerajaan Sultan Kasepuhan dan Kanoman. Di halaman ini juga terdapat banyak piring porselen dekoratif dan banyak vas. Kebanyakan berasal dari Tiongkok. Hanya di sinilah jamaah haji menyelesaikan ibadah hajinya. Untuk perjalanan menuju makam Sunan Gunung Jati cukup mewakili Lawang Pesujudan yang terletak di sebelah utara tanah.

Di sisi timur halaman ini terdapat rumah bernama Gedong Raja Sulaeman. Bangunan ini dibangun oleh Sultan Sepuh ke-9. Dinding rumah dihiasi dengan piring porselen dari Eropa dan China. Di sebelah barat kompleks peziarah terdapat sebuah rumah bernama Pelayonan atau Mande Layon. Di sebelah barat kawasan ini terdapat makam khusus yang dipagari kayu. Salah satu makam yang ada di halaman ini adalah makam Nio Ong Tin atau Nyai Rara Sumanding.

Di sebelah selatan terdapat gapura yang disebut Lawang Krapyak. Di sebelah utara terdapat gerbang menuju kompleks lain yang disebut Lawang Pesujudan atau Siblangbong. Lawang Krapyak dan Lawang Pesujudan merupakan dua dari sembilan pintu gerbang yang tersusun lurus dari selatan ke utara hingga makam Sunan Gunung Jati di puncak gunung.

Foto Makam Sunan Gunung Jati Cirebon

Gapura Kulon, hanya dibuka pada bulan Syawalan dan digunakan oleh keluarga Sultan. Lawang Krapyak dibuka setiap malam Jumat Kliwon setelah tahlil. Begitu pula dengan Lawang Pesujudan yang hanya dibuka di Kliwon pada malam Jumat setelah tahlil, namun hanya jamaah haji dengan izin Sultan yang diperbolehkan memasuki halaman lainnya.

Mengenal Wisata Religi Di Makam Sunan Gunung Jati

Kantor yang mengurus makam tersebut berada pada organisasi khusus. Semua kegiatan dibawah koordinasi Ki Jeneng. Ia mengatur staf sebanyak 120 orang. Ada 4 orang asisten senior yang disebut Bekel Sepuh atau Bekel Tua dan 8 orang asisten junior yang disebut Bekel Anom. Selain itu, ada 108 orang asisten yang disebut Wong Kraman. Para perwira ini merupakan keturunan Patih Keling, seorang abdi Sultan yang berprofesi sebagai pelaut. Struktur administrasi makam berarti Bekel Sepuh dan Bekel Anom merupakan lambang Keraton Kasepuhan dan Kanoman. Wong Kraman, nomor 108, mengikuti pendekatan organisasi dalam transportasi.

Petugas berganti setiap dua minggu. Dalam satu kelompok, Ki Jeneng dibantu oleh 2 bekel tua dan 2 bekel anom. Di Paseban Kraman terdapat 12 kraman yang bekerja full time selama 2 minggu. 12 Kraman hanya bekerja seminggu karena 108 orang bekerja secara shift. Semua nama, Bekel Tua, Bekel Anom, Kraman dan Kepala, selain bertugas menjaga makam, juga mampu membantu tugas khusus di keraton sesuai petunjuk Bhagavā Kepala Kasepuhan dan Kanoman. Dalam melaksanakan tugasnya mereka mengenakan pakaian adat seperti iket, kampret putih, dan tapih.

Di komplek Makam Sunan Gunung Jati terdapat banyak tingkatan dan bangunan yang didalamnya terdapat banyak makam sesuai dengan zaman para pendahulunya. Berikut susunan rumah dan kuburannya:

Bahasa Cirebon terdapat pada seluruh pilar kompleks Makam Sunan Gunung Jati Cirebon antara lain:

The Tomb Or Makam Of Sunan Gunung Jati Editorial Image

“Setuhune iku menusa begkaa karo Pangerane kelawan madep tur khusyu, Pangerane arep nyumbadani iku panjaluke manusae kelawan ngilmu kang den lakoni…” (Pgh/Wnd)Makam ini diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir Sunan Gunung Jati, seorang lelaki berharga . dalam sejarah penyebaran Islam di Indonesia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Z Creators, Sunan Gunung Jati yang bernama asli Syarif Hidayatullah ini merupakan menteri asal Demak dan salah satu murid Syekh Maulana Malik Ibrahim.

Ia dikenal sebagai salah satu penyebar agama Islam di Jawa Barat dan berhasil memperluas wilayah kekuasaannya hingga ke wilayah seperti Cirebon dan sekitarnya.

Foto Makam Sunan Gunung Jati Cirebon

Sepeninggalnya pada tahun 1568, Sunan Gunung Jati dimakamkan di sebuah makam yang terletak di desa Astana Gunung Jati, Kabupaten Cirebon.

Kapolres Cirebon Kota, Kliwonan Di Makam Sunan Gunung Jati

Makam Sunan Gunung Jati merupakan salah satu tempat terkenal di Cirebon. Selain sebagai tempat peristirahatan terakhir tokoh beragama Islam ini, makam ini juga memiliki arsitektur yang indah.

Nisan berbentuk kerucut yang terbuat dari marmer putih merupakan salah satu ciri khas arsitektur Islam di Timur Tengah.

Ada pula menara bersudut empat yang digunakan untuk menunjukkan arah kiblat dan melambangkan empat mazhab. Di dekat makam terdapat kolam dan taman yang menambah keindahan dan ketenangan tempat tersebut.

Selain itu, di dalam makam tersebut juga terdapat beberapa bangunan seperti masjid dan pesantren yang menjadi pusat organisasi keagamaan di kawasan tersebut.

Para Peziarah Mengeluhkan Banyaknya Pungli Di Pemakaman Sunan Gunung Jati

Pengunjung dapat mengikuti kegiatan keagamaan yang berlangsung di sana, atau sekadar menikmati suasana tenang dan damai di sekitar makam.

Makam Sunan Gunung Jati menjadi salah satu tempat bersejarah yang wajib dikunjungi ketika berkunjung ke Cirebon. Berbeda dengan menjadi tempat ziarah

Hotel dekat makam sunan gunung jati cirebon, makam sunan gunung jati cirebon, makam sunan di cirebon, hotel di cirebon dekat makam sunan gunung jati, sejarah makam sunan gunung jati cirebon, hotel dekat makam sunan gunung jati, lokasi makam sunan gunung jati cirebon, foto makam sunan gunung jati, makam sunan gunung jati di cirebon, sunan gunung jati cirebon, foto sunan gunung jati cirebon, makam sunan gunung jati

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *