Makalah Dakwah Rasulullah Periode Mekah – Humas UM SUMBAR – Sejarah dakwah Nabi terbagi menjadi dua periode yaitu Mekkah dan Madinah. Selama berada di Madinah, sebagian besar nasehat Nabi Muhammad SAW diterapkan kepada masyarakat dakwah.

Perjuangan dakwah di Madinah tidaklah mudah setelah selesainya Rasulullah SAW. Dalam hijrah barunya ini, Nabi kerap menemukan sedikit tuduhan saat menyebarkan dogma Islam.

Makalah Dakwah Rasulullah Periode Mekah

Makalah Dakwah Rasulullah Periode Mekah

Dari buku Sejarah Ibadah Islam, kebencian terhadap kaum Yahudi, kebencian terhadap kaum munafik, permusuhan kaum Quraisy sering muncul, konflik-konflik yang berujung pada peperangan di masyarakat Madinah.

Apa Substansi Dan Strategi Dakwah Rasulullah Saw Di Makkah?

Rasulullah SAW berhasil mengatasi berbagai permasalahan selama berdakwah di kota yang dulu bernama Yatsrib. Puncaknya, ia menaklukkan kota Madinah dan menjadikannya bagian wilayah Islam.

Sebagian besar penduduk Medina adalah pendatang yang pernah tinggal di wilayah tersebut. Dari dua kelompok besar yaitu Arab dan Yahudi. Orang-orang Arab bermigrasi dari selatan. Sedangkan orang Yahudi datang dari utara.

Bangsa Arab mendominasi wilayah Madinah yang terdiri dari dua kelompok besar yaitu Bani Aus dan Bani Khazraj. Meski berasal dari bangsa yang sama, mereka kerap bertengkar dan berperang demi kekuasaan di Madinah.

Kedua kelompok yang menghuni Madinah saling berebut kekuasaan dan pengaruh. Sebab masing-masing dari mereka mengancam akan berperang dan mengusir diri dari Madinah.

Perkembangan Aktivitas Dakwah Dari Masa Ke Masa

Kedatangan Rasulullah IDI di Madinah pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal tahun pertama Hijriah merupakan awal dimulainya dakwah. Empat hakikat dalam metode dakwah yang dilakukan Rasulullah pada masa Madinah, yang meliputi pembentukan keimanan umat Islam, ibadah dan mu’amalah, pembentukan ukhuwah untuk mempersatukan umat Islam. Perjuangan pengembangan kader pembela wilayah dakwah, dan perencanaan masalah pertahanan dan sosial untuk menjaga stabilitas Madinah.

Pada akhirnya Rasulullah SAW berhasil menaklukkan Madinah dan mempunyai pengikut setia yang bersama-sama beribadah kepada Allah SWT. Berikut rencana Rasulullah SERING berdakwah di Madinah, hingga akhirnya membawa kesuksesan;

Rasulullah SAW membangun dua buah masjid yang digunakan untuk dakwah di Madinah, yaitu Masjid Quba’ yang dibangun ketika beliau pertama kali tiba dan Masjid Nabawi yang kemudian beliau gunakan untuk mendidik para sahabat dan mendirikan pemerintahan.

Makalah Dakwah Rasulullah Periode Mekah

Melalui dakwahnya di Madinah, Rasulullah SAW sepakat untuk menguatkan keimanan umat Islam terhadap campur tangan masyarakat pribumi, Arab, dan Yahudi. Hal itu juga dilakukan untuk menjaga stabilitas di Madinah.

Makalah Sejarah Peradaban Islam

Kesepakatan inilah yang kemudian melahirkan surat kabar Madinah. Piagam ini memuat sepuluh bab, antara lain pembentukan Amma, hak asasi manusia, kesatuan agama, kesatuan seluruh warga negara, kelompok minoritas, kewajiban warga negara, perlindungan negara, kepemimpinan negara, politik. perdamaian, dan bab terakhir. kesimpulan

Rasulullah IDI juga menjadikan dua saudara muslim yaitu Muhajirin dan Ansar. Rasulullah SAWA berpesan kepada kedua golongan untuk saling mendorong persaudaraan dan menghentikan tiga kalimat tersebut. Hal itu dilakukan untuk memperkuat komunitas Muslim.

Rasulullah IDI mendirikan pasar tidak jauh dari Masjid Nabawi guna mengembangkan perekonomian umat dan media dakwah. Pasar ini dibangun untuk mendidik masyarakat dalam pengelolaan ekonomi yang adil sesuai ajaran Islam. Pasar yang dibangun oleh Rasulullah IDI di Madinah ini kemudian menjadi jantung perekonomian negara Islam pertama, Alhamdulillah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan kursus ini dengan sukses. Shalawat dan salam semoga panjatkan kepada Nabi Muhammad IDI yang telah menunjukkan jalan kebenaran kepada kita. Saya mengucapkan terima kasih kepada penulis yang telah banyak membimbing penulis dengan ilmunya serta memberikan kesempatan kepada penulis untuk menulis dan mempresentasikan makalah ini. Semoga Allah memberikan pahala yang terbaik. Sebagai penutup, kami mengharapkan kritik dan saran dari seluruh pembaca mengenai segala kekurangan yang terdapat dalam makalah ini, dan juga sebagai bahan koreksi dan pembelajaran untuk perbaikan makalah selanjutnya.

A. Latar Belakang Objek dakwah Rasulullah SAW pada awal masa kenabian adalah masyarakat Arab Jahiliyah, atau masyarakat yang masih bodoh. Dalam bidang agama, masyarakat Arab pada umumnya saat itu, sudah jauh dari doktrin agama tauhid yang telah diajarkan oleh para rasul terdahulu, seperti Adam A. Para Nabi hampir keluar dari agama Watsani atau penyembahan berhala. Mereka menempatkan berhala-berhala yang mereka sembah di Ka9bah (Baitullah = rumah Allah SWT). Di antara berhala yang terkenal adalah: Ma9abi, Hubai, Khuza9ah, Lata, Uzza dan Manar. Selain itu, ada juga sebagian komunitas Arab Jahiliyah yang menyembah malaikat dan bintang seperti yang dilatih oleh Sabi9in. Muhammad diangkat oleh Allah SWT, Nabi atau Rasul-Nya, keturunan Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu pertama yaitu Al-Qur9an Surat Al-8Alaq, 96: 1-5. Turunnya ayat Al-Qur’an yang pertama dalam sejarah Islam disebut Nuzul Al-Qur’an. Setelah Nabi Muhammad SAW melihat dan menerima wahyu, beliau resmi diangkat oleh Allah SWT. Ia wajib membimbing orang yang sesat ke jalan yang benar. Dakwah Nabi Muhammad SAW dimulai di wilayah Mekkah Jazirah Arab, meski akhirnya ajarannya diperuntukkan bagi seluruh umat manusia. Jauh sebelum rasulan Nabi Muhammad SAW, nyatanya Allah SWT juga mengutus Nabi Ibrahim. dan Nabi Ismail a. Kedua rasul ini berhasil membina bangsa Arab dan Mekkah sehingga menjadi umat yang beriman dan beribadah kepada Allah SWT. Bahkan kedua Rasul juga diperintahkan Allah SWT untuk membangun Ka9bah di Mekkah. Namun

Isi Perjanjian Hudaibiyah, Diplomasi Perdamaian Rasulullah Saw Dengan Kaum Quraisy

Seiring berjalannya waktu, keimanan masyarakat Makkah menjadi usang dan berubah menjadi musyrik, menyembah patung dan berhala. Tak hanya kehilangan keimanannya, akhlaknya pun ikut rusak. Menurut sebagian ulama, setelah turunnya wahyu pertama (Q. Al-8Alaq: 1-5) diturunkan pula surat Al-Mudassir: 1-7 yang berisi perintah Allah SWT agar Nabi Muhammad SAW berdakwah dan menyebarkan ajaran Islam kepada umat. . Kemudian ketika Nabi Muhammad saw di Mekkah (masa Mekkah) 13 tahun (610-622 M), wahyu diturunkan kepadanya secara bertahap dalam bentuk Al-Qur’an sebanyak 4726 ayat, ditambah 89 surah. Surat-surat yang diturunkan pada masa Mekah disebut Surat Makkiyyah. B. Rumusan Masalah

A. Menyebarkan Islam Secara Rahasia Setelah menerima wahyu kedua yang menjelaskan tugasnya, ia mulai berdakwah secara sembunyi-sembunyi dan memanggil keluarga dekatnya. Beberapa dari mereka tinggal serumah dan berteman baik. Secara rinci, mereka diajari untuk meninggalkan penyembahan berhala dan hanya beribadah kepada Allah SWT. Inilah nama-nama orang yang pertama kali beriman kepada Rasulullah;

Khadijah, dari kalangan remaja Ali bin Abi Thalib, dan dari tokoh dan pemimpinnya, Abu Bakar As-shidiq. Ketiga tokoh ini memang merupakan titik yang tepat untuk menentukan perjalanan dakwah Nabi selanjutnya, terutama peran Khadia yang mendukung seluruh dakwah dengan mempertaruhkan seluruh harta benda dan nyawanya, serta peran Abu Bakar yang mampu memperluas misinya. di kalangan elite Quraisy. Menurut keterangan dari sejarawan bernama Ibnu Ishak, Abu Bakar (Ibnu Qohafah) masuk Islam tidak lama setelah selesai menarik para pemimpin Quraisy ke dalam barisan dakwah Nabi; Utsman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwam, Saad bin Abi Waqas dan Talhah bin Ubaidillah. Keenam sahabat inilah yang berperan penting dalam membentuk generasi awwalun (generasi pertama Islam). 2 2. Dakwah Melalui Pemberdayaan Perempuan Peranan perempuan pada masa-masa awal dakwah dilanjutkan melalui Rasulullah, karena perempuan sungguh mempunyai kekuatan yang luar biasa, jika hal ini diberikan pada gerakan dakwah maka melahirkan dia. peristiwa yang cepat. Dalam konteks ini, peran Khadijah dalam menyukseskan pendidikan putri-putri Nabi sangatlah krusial, menunjang dakwah. Peran kedua dimainkan oleh Asma binti Abu Bakar yang menjadi pahlawan dalam perjalanan hijrahnya ke Madinah. Lambat laun, sebagian besar wanita Quraisy masuk Islam oleh kedua wanita tersebut, termasuk bibi Nabi dari garis bapaknya. 3. Dakwah Terfokus pada Pembinaan Aqidah Pelatihan aqidah pada masa awal pengobatan di rumah seorang sahabat bernama Arqom bin Abil Arqom, di pinggiran kota Makkah. Ini adalah tempat kebangkitan dan pembelajaran bagi beberapa sahabat Nabi yang paling penting. Di rumah inilah pula Umar bin Khattab masuk Islam oleh Rasulullah. Di rumah inilah sahabat Mus9ab bin Umair 2 Wahyu Ilaihi & Harjani Hefni berteman. 2007

Makalah Dakwah Rasulullah Periode Mekah

Dididik oleh nabi, yang kemudian sahabat itu dipercaya melalui nabi untuk membuka dakwahnya di kota Yatsrib. Kemudian pada fase dakwah Jahriyyah ditegaskan pokok-pokok yang mencakup keberhasilan dakwah Nabi: a. Dakwah kepada sanak saudara (da9watul aqrobin). Media silaturahmi keluarga dijadikan sebagai sarana Nabi untuk mengundang sanak saudaranya yang termasuk golongan kepemimpinan di mata masyarakat Quraisy. Pada masa ini berhasil direkrut dua orang paman Nabi untuk menjadi pembela dakwahnya, pertama Abu Thalib, padahal beliau tidak mau menerima ajaran Islam, hal inilah yang menjadi kendala utama yang dihadapi Rasulullah dalam teror dari orang Quraisy. Kedua, Hamzah bin Abdul Mutholib, selain ajaran Islam yang diterima, merupakan ambang kedua Rasulullah dalam melakukan teror terhadap Abu Jahl dan Abu Lahab. Sosok Hamzah bin Abdul Mutholib dari sisi militer di mata masyarakat Quraisy jelas menegaskan posisi dakwah rasul di Mekkah saat itu. B. Dakwah menggunakan media umum (dakwah 8 ammah). Sarana umum yang dapat digunakan untuk dakwah tidak mengecewakan semangat Rasulullah dalam menjaga dakwah dakwah. Pada masa ini yang perlu ditegaskan, beliau memanfaatkan dorongan haji Nabi untuk dakwah, hingga dua belas suku dari Aus dan Khazroj berhasil bergabung dengan sukunya di Madinah pada saat menunaikan ibadah haji guna berdakwah. Pada musim haji berikutnya, kedua belas orang ini memimpin dari Madinah 70 orang yang ingin masuk Islam dan setia membela rasul dalam perjuangan dakwah. Peristiwa ini dikenal dalam sejarah sebagai Ba9aitul aqobah pertama dan Ba9aitul aqobah kedua. C. Nabi tidak meninggalkan dunia penulisan dakwah dalam dakwahnya, meskipun ia buta huruf, menulis melalui para sahabatnya.

Makalah Strategi Dakwah Rasulullah Saw

Dalam Islam yang hanya menyembah Allah, Tuhan

Sejarah dakwah rasulullah periode mekah, makalah sejarah dakwah rasulullah periode madinah, periode dakwah rasulullah, strategi dakwah rasulullah periode mekah, dakwah rasulullah periode mekah dan madinah, dakwah rasulullah periode mekah, dakwah rasulullah saw periode mekah, hikmah sejarah dakwah periode mekah, substansi dakwah rasulullah periode mekah, substansi dakwah rasulullah saw periode mekah, sejarah dakwah rasulullah saw periode mekah, makalah dakwah rasulullah periode mekkah

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *