Makanan Yang Harus Dihindari Hipertensi – (AHA) menyatakan bahwa hipertensi ditandai dengan tekanan darah sistolik sama atau diatas 130 mmHg dan tekanan darah diastolik sama atau diatas 80 mmHg. Penderita hipertensi tidak boleh mengonsumsi makanan sembarangan. Pengelolaan makanan pada penderita hipertensi sangat dianjurkan untuk menghindari atau membatasi makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol darah dan meningkatkan tekanan darah agar pasien tidak mengalami penyakit stroke atau serangan jantung.

Diet untuk hipertensi merupakan upaya mengatasi hipertensi melalui pengelolaan makanan yang pada dasarnya mengurangi konsumsi lemak melalui diet rendah garam, diet rendah kolesterol dan diet tinggi serat. Tujuan dari diet hipertensi adalah membantu menghilangkan garam atau air dari jaringan tubuh guna menurunkan tekanan darah. Syarat diet ini adalah cukup kalori, protein, mineral dan vitamin serta jumlah garam yang diperbolehkan sesuai dengan berat tidaknya tingkat hipertensi. Hal lain yang harus Anda perhatikan dalam menjalani diet ini antara lain menghindari penggunaan garam meja, menghindari makanan berpengawet, menghindari penggunaan baking soda dan bahan pengawet makanan lainnya, menghindari minum soda dan membatasi konsumsi makanan hewani dan nabati.

Makanan Yang Harus Dihindari Hipertensi

Makanan Yang Harus Dihindari Hipertensi

Jenis makanan diet rendah garam untuk penderita hipertensi dibagi menjadi 5 kelompok yaitu karbohidrat, protein hewani, sayur mayur, buah-buahan dan lemak. Pada masing-masing kelompok terdapat makanan yang boleh dan ada yang tidak boleh atau sebaiknya dibatasi konsumsinya. Makanan yang dapat dikonsumsi dari karbohidrat antara lain nasi, ketan, singkong, gandum, tapioka, gula pasir, makaroni, dan mie bihun. Sedangkan karbohidrat yang sebaiknya dibatasi adalah kue, biskuit, dan roti yang dimasak dengan garam dan soda. Pada kelompok protein hewani, pelaku diet hipertensi boleh mengonsumsi daging segar dan ikan sungai maksimal 100 gram sehari (kurang lebih 2 potong ukuran sedang), maksimal 1 butir telur sehari, dan 1 gelas susu. Semua sayuran segar juga boleh dikonsumsi, kecuali sayuran yang diawetkan, sawi, asinan, dan acar sebaiknya dibatasi. Semua buah-buahan segar dapat dikonsumsi oleh penderita hipertensi. Dari kelompok lemak, diet hipertensi memperbolehkan kita mengonsumsi minyak goreng namun tidak menggunakan minyak kelapa dan margarin atau mentega dalam pengolahan makanannya. Hal lain yang patut Anda perhatikan adalah mengganti susu full cream dengan susu skim serta membatasi konsumsi gula dan makanan manis. Tekanan darah tinggi bisa kembali muncul jika Anda mengonsumsi makanan tersebut. Makanan yang dilarang dalam daftar ini akan membuat tubuh tidak nyaman.

Infografik: 9 Makanan Yang Harus Dihindari Penderita Hipertensi

Salah satu penyakit yang sering terdengar adalah penyakit darah tinggi atau hipertensi. Biasanya orang dewasa dan lanjut usia menderita penyakit ini.

Penderita tekanan darah tinggi akan memiliki tekanan darah di atas normal. Penyakit ini sungguh meresahkan karena bisa kambuh kapan saja, bahkan hanya karena mengonsumsi makanan tertentu.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa menjadi salah satu penyakit yang banyak diderita masyarakat Indonesia. Mungkin sebagian orang menganggap penyakit ini sepele.

Padahal, tekanan darah tinggi sangat berbahaya bagi tubuh. Risiko stroke dan kematian akan selalu menjadi pertanda buruk bagi pasien.

Pentingnya Membatasi Garam Untuk Pengidap Hipertensi

Tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah pada dinding arteri terlalu tinggi. Orang biasanya dianggap hipertensi jika tekanan darahnya di atas 140/90 dan akan sangat parah bila 180/120.

Perlu Anda ketahui bahwa penyakit darah tinggi atau hipertensi bisa dengan mudah kambuh. Faktanya, hanya mengonsumsi makanan yang dilarang untuk penyakit darah tinggi juga bisa berdampak langsung.

Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui berbagai gejala kambuhnya tekanan darah tinggi. Beberapa ciri atau tanda tekanan darah tinggi yang paling umum adalah:

Makanan Yang Harus Dihindari Hipertensi

Karena mudah kambuh, sebaiknya hati-hati dalam memilih makanan. Ada cukup banyak makanan yang bisa menyebabkan tekanan darah tinggi.

Makanan Penurun Darah Tinggi Yang Oke Untuk Dikonsumsi

Sekalipun Anda sudah menghindari makanan-makanan penurun darah tinggi yang disebutkan di atas, Anda tetap berisiko kambuh. Sebab, makanan bukanlah satu-satunya faktor penyebab darah tinggi.

Jika tekanan darah Anda meningkat drastis, maka Anda perlu melakukan beberapa hal penting. Salah satu hal terpenting tentunya adalah dengan menerapkan pola hidup sehat.

Misalnya, Anda harus berolahraga secara rutin. Olahraga yang bisa Anda pilih seperti jalan kaki, jogging, bersepeda, naik tangga, dan berenang cukup baik.

Selain itu, Anda juga perlu tidur tepat waktu. Jangan selalu begadang karena dapat menyebabkan tekanan darah kembali naik dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Makanan Yang Dilarang Untuk Penderita Darah Tinggi

Dengan menerapkan pola hidup sehat dan menghindari makanan yang pantangan bagi penderita darah tinggi, maka tekanan darah Anda bisa lebih mudah tetap berada pada level normal. (R10/HR-Online) Berdasarkan penyebabnya, ada dua jenis hipertensi yang biasa terjadi, yaitu hipertensi esensial atau primer dan hipertensi sekunder. Pada hipertensi primer, penyebab tekanan darah tinggi belum diketahui secara pasti. Namun umumnya kondisi ini berkaitan dengan gaya hidup yang buruk, salah satunya adalah pola makan yang tidak sehat termasuk mengonsumsi garam atau makanan asin. Makanan asin selalu dianjurkan untuk dihindari oleh penderita hipertensi. Pasalnya, makanan asin mengandung kadar natrium yang tinggi sehingga mengikat banyak cairan yang mengalir bersama darah ke jantung. Kondisi ini akan memberikan tekanan pada jantung sehingga dapat meningkatkan tekanan darah.

Garam atau natrium klorida merupakan senyawa yang terdiri dari 40 persen natrium dan 60 persen klorida. Keduanya merupakan elektrolit yang berperan penting bagi kesehatan tubuh, termasuk mengatur volume dan tekanan darah. Meski penting bagi kesehatan, konsumsi garam terlalu banyak juga dapat menyebabkan gangguan kesehatan, termasuk hipertensi. Kandungan natrium yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan natrium dan kalium dalam tubuh. Padahal, keseimbangan ini dibutuhkan oleh ginjal untuk membuang kelebihan cairan dari dalam tubuh.

Jika natrium dalam tubuh terlalu banyak, ginjal tidak dapat mengeluarkan sisa cairan sehingga terjadi retensi (penumpukan) cairan dalam tubuh yang juga akan diikuti dengan peningkatan tekanan darah. Selain meningkatkan tekanan darah, kondisi ini juga meningkatkan risiko penyakit jantung atau komplikasi hipertensi lainnya, sebenarnya tidak semua orang bisa mengalami hipertensi meski mengonsumsi makanan dengan kandungan garam tinggi. Namun sebagian lainnya, seperti penderita hipertensi, obesitas, atau lansia, sensitif terhadap garam sehingga makanan ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi bagi mereka.

Makanan Yang Harus Dihindari Hipertensi

Untuk mengurangi konsumsi garam atau natrium, Anda bisa mengikuti pedoman diet DASH atau diet khusus pasien hipertensi. Untuk mengimbanginya, sebaiknya kita mengonsumsi makanan tinggi potasium, seperti buah-buahan, sayur mayur atau makanan lain yang menurunkan tekanan darah tinggi. Penyakit ini sebaiknya dideteksi sejak dini, karena tidak menimbulkan gejala yang berarti. Untuk menghindari komplikasi berbahaya, ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari penderita hipertensi.

Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan

Meski tidak menimbulkan gejala berarti, namun ada beberapa tanda yang bisa menandakan hipertensi, misalnya mudah lelah, sakit kepala, sulit bernapas, penurunan penglihatan, dan mimisan. Untuk mencegah hipertensi semakin parah, Anda disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan yang sebaiknya dihindari penderita hipertensi berikut ini.

Ada dua jenis penyebab hipertensi, primer dan sekunder. Jika pemicunya tidak dapat ditentukan, maka termasuk hipertensi primer. Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya hipertensi primer, yaitu:

Pemilihan menu makanan yang tepat penting untuk mencegah komplikasi hipertensi. Oleh karena itu, penderita hipertensi disarankan menghindari makanan pemicu hipertensi, yaitu:

Selain menghindari makanan pemicu hipertensi, Anda juga disarankan mengonsumsi makanan kaya vitamin dan serat, misalnya biji-bijian, buah-buahan, sayur mayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Serat efektif mengikat lemak yang dapat menyebabkan tekanan darah meningkat.

Bolehkah Penderita Hipertensi Minum Kopi? • Hello Sehat

Penderita hipertensi juga disarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi kalium yang berfungsi menetralisir natrium dalam tubuh, agar tekanan darah tetap normal.

Pastikan asupan kalium harian Anda tercukupi dengan mengonsumsi beragam makanan kaya kalium, misalnya bayam, susu sapi, kacang polong, alpukat, kentang, tomat, pisang, dan kentang panggang.

Jika Anda masih bingung mengenai jenis makanan yang harus dihindari untuk mencegah hipertensi, sebaiknya berdiskusi dengan ahli gizi untuk menemukan jenis makanan yang tepat. Anda juga disarankan untuk memeriksakan tekanan darah secara rutin, agar dapat dipastikan apakah tekanan darah Anda normal atau tidak.

Makanan Yang Harus Dihindari Hipertensi

Makanan yang harus dihindari bagi penderita hipertensi, hipertensi makanan yang harus dihindari, makanan yang harus dihindari orang hipertensi, makanan yang harus dihindari untuk penderita hipertensi, makanan yang harus dihindari penderita hipertensi, makanan yang harus dihindari untuk hipertensi, makanan yang harus dihindari penyakit hipertensi, yang harus dihindari penderita hipertensi, yang harus dihindari hipertensi, makanan yang harus dihindari oleh penderita hipertensi, makanan yg harus dihindari hipertensi, makanan yang harus dihindari saat hipertensi

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *