Perlengkapan Yang Dibawa Ke Bidan Saat Melahirkan – Berhubung mendekati hari ulang tahun (HPL) yang diharapkan, saya mulai list apa saja yang harus dibawa dalam tas bersalin nanti atau Hospital Bag di sidoarjo (walaupun persalinannya tidak di rumah sakit, hahaha). Karena kedua anak sebelumnya lahir normal dan dilahirkan oleh bidan, maka kali ini saya juga menyiapkan perlengkapan untuk melahirkan normal yang juga akan saya lahirkan oleh bidan.

Tapi sepertinya mau melahirkan normal atau operasi caesar, di bidan, di klinik bersalin atau di rumah sakit, perlengkapan melahirkannya tidak jauh berbeda bukan? Benar kan? Yaa intinya saya dan suami juga sedang mempersiapkan diri jika ternyata harus menjalani operasi caesar, namun karena selama ini kami melahirkan secara normal, kami hanya mengisi kantong berdasarkan pengalaman. Insya Allah kalau ada yang kurang bisa kita temukan secara tiba-tiba, yang penting kebutuhan terpenting sudah ada di kantong.

Perlengkapan Yang Dibawa Ke Bidan Saat Melahirkan

Perlengkapan Yang Dibawa Ke Bidan Saat Melahirkan

Berdasarkan pengalaman tersebut, jika melahirkan normal, Anda hanya akan dirawat di rumah sakit semalaman, artinya keesokan harinya Anda bisa pulang. Sebenarnya kemarin adik iparku tidak menginap, tapi melahirkan di sore hari, tapi pulang malam karena wabah corona, jadi bidan menyuruhku segera pulang haha.

Tips Persiapan Untuk Melahirkan Di Bidan

Ada juga yang harus menginap berhari-hari karena bukaannya tidak membesar, tapi biasanya itu keinginan pasien karena rumahnya jauh, sehingga tidak mau bolak-balik atau melahirkan di rumah sakit. tapi aku juga tidak tahu, aku sedih sekali. Kalau di ruang bidan biasanya kalau baru buka 1 akan disuruh pulang dulu.

Jadi sekali lagi berdasarkan pengalaman, kali ini saya juga menyiapkan tas bersalin untuk 2 hari 1 malam saja.

Sebenarnya daftar tas rumah sakit ini sudah dibuat beberapa hari yang lalu, namun seperti itu, tertahan di draft dan tidak cepat selesai. Tapi Alhamdulillah berkat list ini, packingnya jadi lebih mudah. Tas rumah sakit sekarang sudah hampir siap, apalagi untuk ganti baju, tinggal menyiapkan perlengkapan makeup, produk kebersihan, charger dan lain-lain yang rencananya akan kita masukkan ke dalam tas popok. Kalau untuk barang-barang yang ada di dalam koper sudah disortir semua, ternyata sepertinya lebih banyak manfaatnya dari yang ada di memo ini, heuheu.

Oh iya, sebelumnya Alif dan Nayla lahir di bidan Rina di Malang, sedangkan kali ini Insya Allah jika cocok rencananya akan melahirkan di bidan Wina Sidoarjo, jika tidak akan lahir di klinik Pondok Jat. Yang jelas keduanya baru bagi saya, jadi persiapannya ekstra karena saya belum tahu “medannya”.

Yang Wajib Dibawa Saat Persalinan

Apalagi menurut aturan, pasangan dalam melahirkan hanya ada satu. Saya tidak tahu bagaimana nasib anak-anak tersebut. Saya sudah siap mental jika harus melahirkan sendirian tanpa suami. Mohon doanya semoga lancar!

Artikel ini telah selesai minggu lalu tetapi tidak dipublikasikan karena saya tidak memiliki gambar untuk mengilustrasikannya. Eh ternyata saya lahir pada Senin malam tanggal 3 Agustus di bidan di Wina, Sidoarjo, 2 minggu sebelum HPL!

Pengalaman melahirkan Bidan Wina kurang lebih sama dengan pengalaman Bidan Rina. Mengenai perlengkapan melahirkan, saya menemukan hampir semuanya terpakai, sebagian besar pakaian masih belum terpakai.

Perlengkapan Yang Dibawa Ke Bidan Saat Melahirkan

Beberapa aksesoris yang kemarin tidak saya pakai adalah pelindung payudara karena ASI belum keluar, korset karena walaupun saya beli yang bisa disesuaikan ukurannya masih terlalu kecil dan pembalut bersalin karena saya dapat dari bidan. . .

Persiapan Lahiran Di Rs

Ngomong-ngomong soal pembalut bersalin, saya mendapat beberapa tips dari bidan yang sangat-sangat berguna untuk melahirkan normal, apalagi dengan jahitan. Jadi pakailah bantalan ganda, susun agar lebih empuk dan tidak sakit saat duduk. Biasanya setelah lahir aku pilih pakai popok dewasa, tapi kebesaran banget di pantatku. Dimana harga popok dewasa juga cukup mahal. Kenapa kamu tidak tahu sebelumnya? 😀

Oh iya, pembalut bersalin Softex enak digunakan. Kemarin bidan memberi saya pembalut model lama merek Monalisa. Lemnya kurang kuat jadi mudah lepas, sesampainya di rumah saya ganti ke merk Softex dan jauh lebih nyaman. Lemnya kuat dan kalau pakai doble pun masih bisa tipis.

Saya juga sudah mencoba pant liner Softex, sebenarnya enak dan ringan dipakai, tapi masih terlalu kecil untuk berat badan saya yang hampir 70kg. Bunda, kapan akan melahirkan harus diumumkan persiapannya, dimana akan melahirkan, apa yang akan dibawa, siapa yang akan mengantar, apa yang akan dinaiki dan lain sebagainya. Jangan sampai terlambat saat tiba di puskesmas atau menunda mendapatkan pertolongan.

Untuk mengatasi semua itu, bicaralah dengan bidan untuk membantu ibu membuat rencana persalinan, bicarakan dengan bidan tentang siapa yang akan membantu persalinan dan di mana tempat bersalin, apa yang harus dibawa saat melahirkan, dan rencanakan tabungan untuk mempersiapkan persalinan. biaya kelahiran.

Pengalaman Dan Biaya Melahirkan Pakai Bpjs Di Rskia Sadewa

Sejak trimester pertama kehamilan, ibu dan keluarga harus menentukan tempat persalinan, sehingga ketika tanda-tanda persalinan sudah muncul, mereka segera berangkat ke tempat tujuan dan tidak perlu meluangkan waktu untuk sampai ke puskesmas.

Setelah menentukan tempat melahirkan, barulah pikirkan siapa yang akan membantu proses kelahiran tersebut. Jika Anda sudah memilih asisten untuk membantu proses persalinan, mulailah membangun hubungan dengan alat tes kehamilan untuk menciptakan hubungan baik yang dapat mengurangi kecemasan. Perlu diketahui juga, bila penolong yang dipilih tidak ada saat persalinan tiba, siapa yang akan menjadi penolong pengganti.

Untuk memudahkan komunikasi sebaiknya anda menanyakan bagaimana cara menghubungi bidan/perawat bersalin, anda dapat meminta nomor telepon genggam atau nomor telepon yang dapat dihubungi.

Perlengkapan Yang Dibawa Ke Bidan Saat Melahirkan

Seringkali bidan beranggapan bahwa suamilah yang berhak mendampingi saat persalinan. Hal tersebut tidak benar, karena pada dasarnya pendamping adalah orang yang dapat memberikan dukungan emosional kepada ibu bersalin. Pernah terjadi suami yang mendampingi istrinya melahirkan pingsan karena laki-laki tidak tega melihat istrinya, ada juga suami yang marah pada istrinya karena tidak kuat mengejan. Hal-hal seperti itu justru mengganggu proses persalinan karena menambah kecemasan ibu bersalin.

Kenali 3 Tahap Proses Melahirkan Normal Dari Awal Sampai Akhir

Ibu dapat menentukan kelas mana yang ingin menerima pengobatan sehingga dapat mengetahui berapa biayanya. Saat melihat kehamilan, sebaiknya lakukan negosiasi dengan bidan ruangan sesuai kelas dan harga, sehingga pasien bisa memilih sejak awal. Para ibu dapat diajak berdiskusi mengenai pengumpulan biaya, apakah dengan tabungan bersalin (tabulin) sehingga ibu dapat menabung setiap kali memeriksakan kehamilan, sehingga biaya persalinan terkumpul, atau apakah ibu memilih asuransi bersalin (Jampersal ) ) atau jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas). ), atau BPJS dll.

Siapapun yang mengasuh keluarga di rumah pada saat ibu melahirkan juga harus siap dengan kenyataan bahwa ibu bersalin hanya memikirkan sepenuhnya proses persalinan yang sedang berlangsung dan tidak bingung dengan pemikiran lain.

Karena selama kehamilan perlu untuk memutuskan siapa yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan, menandatangani informed consent dalam keadaan darurat. Juga, bagaimana jika pengambil keputusan utama tidak ada dalam keadaan darurat. Suatu ketika seorang ibu yang hendak melahirkan dilarikan ke RSUD bersama suami, keluarga dan tetangganya. Namun pada saat prosedur dilakukan, tidak ada yang berani menandatangani informed consent, bahkan suami pun tidak berani, karena yang sah adalah ayah pasien, walaupun ayah tidak hadir sehingga tertunda pengambilannya. membantu karena keluarga belum setuju untuk mengambil tindakan.

Seringkali ibu meninggal karena mengalami komplikasi serius selama kehamilan, persalinan atau persalinan dan tidak mengatur transportasi ke fasilitas kesehatan. Sejak ibu hamil, bidan harus berdiskusi dengan ibu dan keluarga tentang persiapan transportasi dan ke mana harus merujuk jika ibu mengalami komplikasi.

Andien Aisyah Lakukan Persalinan Water Birth Dua Kali, Simak Pengalamannya

Bidan akan mencoba berbicara dengan ibu dan keluarga untuk mengatur penggalangan dana dalam keadaan darurat. Banyak kasus ibu meninggal saat hamil, melahirkan atau melahirkan karena tidak sempat mencari pertolongan ke fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif karena tidak mempunyai dana yang diperlukan. Tak jarang karena merasa kekurangan dana, keluarga mengalah dengan keadaan sehingga ibu bersalin tetap tinggal di rumah, padahal ia sangat membutuhkan pertolongan. Bidan bisa mengajarkan ibu hamil untuk menabung.

Buatlah daftar perlengkapan minimal yang perlu ibu dan keluarga persiapkan untuk dibawa saat melahirkan. Beberapa daftar perlengkapan melahirkan.

Perlengkapan yang dibawa ke rs saat melahirkan, perlengkapan yang harus dibawa saat melahirkan, perlengkapan untuk dibawa ke rs saat melahirkan, perlengkapan dibawa ke rs saat melahirkan, perlengkapan melahirkan yang harus dibawa ke bidan, perlengkapan melahirkan ke bidan, perlengkapan yang dibawa saat melahirkan, perlengkapan yang harus dibawa ke bidan saat melahirkan, perlengkapan yang harus dibawa saat mau melahirkan, apa saja yang harus dibawa ke bidan saat melahirkan, perlengkapan yang harus dibawa saat melahirkan di bidan, persiapan melahirkan yang harus dibawa ke bidan

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *