Syarat Menginap Di Hotel Saat Pandemi – Hasil survei menunjukkan lebih dari 80 persen responden menyatakan tidak tertarik menginap di hotel di tengah pandemi.

Perhotelan merupakan salah satu dari sekian banyak industri yang terkena dampak pandemi Covid-19. Kompleksitas kendala di masa pandemi, mulai dari kebijakan hingga perubahan perilaku konsumen, membuat bisnis akomodasi ini belum bisa pulih sepenuhnya.

Syarat Menginap Di Hotel Saat Pandemi

Syarat Menginap Di Hotel Saat Pandemi

“Seperti seorang tahanan yang menunggu regu tembak.” Itu adalah gambaran keadaan industri perhotelan yang tidak lagi berputar setelah sepenuhnya terbelenggu oleh pandemi. Asumsi yang disampaikan Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) ini menggambarkan bagaimana sektor akomodasi berada pada titik terendah.

Hotel Keluarga Di Bandung 2024

Saat ini, kekhawatiran akan penyebaran virus tentu menjadi sesuatu yang sangat membayangi aktivitas apa pun yang dilakukan di luar rumah. Termasuk juga ketika ingin menginap di hotel, jaminan tempat yang bersih dan sehat, serta jauh dari risiko penyebaran virus harus disediakan oleh jasa akomodasi. Langkah ini juga tidak bisa serta merta mengembalikan kepercayaan konsumen terhadap layanan hotel.

Sejumlah peraturan kesehatan terkait penanganan pandemi ternyata telah mengubah perilaku masyarakat dalam mengakses layanan akomodasi. Survei mencatat hal ini dan menemukan bahwa mayoritas responden (87,6 persen) mengatakan mereka tidak pernah menginap di hotel dalam enam bulan terakhir.

Menurunnya kondisi okupansi hotel di masa pandemi tergambar jelas dari bisnis akomodasi di kota-kota besar atau kawasan wisata seperti Bali, Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya yang tidak mencapai lebih dari sepuluh persen. Keadaan pelaku usaha penginapan sebenarnya jauh lebih memprihatinkan dibandingkan dengan pelaku usaha makanan atau restoran yang masih bisa melakukan penyesuaian dengan mengajukan permintaan secara online.

Merujuk data survei yang dilakukan PHRI, selama kondisi pandemi setidaknya 125 hotel dan 150 restoran tutup setiap bulannya. Bahkan, setidaknya ada 1.033 usaha hotel dan restoran yang tutup permanen sepanjang tahun 2020. Data ini dihimpun pada September 2020 terhadap tidak kurang dari 4.469 responden, serta lebih dari 9.000 usaha hotel dan restoran di Indonesia.

Kemenparekraf Sarankan Staycation Buat Yang Ingin Liburan Selama Pandemi

Temuan ini juga sejalan dengan data keterisian kamar hotel (TPK) nasional yang dicatat Badan Pusat Statistik (BPS) yang rata-rata sejak pandemi masih berkisar di angka 30 persen. Tingkat okupansi ini sebenarnya sudah cukup membaik dibandingkan dua bulan pertama pandemi yang hanya di bawah 15 persen.

Setahun lebih berlalu, TPK hotel masih fluktuatif. Pada Juli 2021, BPS mencatat TPK hotel kembali turun menjadi 22,38 persen. Penurunan drastis okupansi tersebut tak lepas dari penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di sejumlah daerah, termasuk kota besar dan kawasan pariwisata.

Perputaran roda bisnis yang sudah lama tidak membaik dan tidak menentu membuat banyak pengusaha hotel tidak punya banyak pilihan. Beban biaya operasional, pemeliharaan dan gaji pegawai tidak dapat lagi ditanggung karena tidak adanya pelanggan yang bermalam. Sebagian besar pemilik bisnis hotel terpaksa menerapkan langkah-langkah efisiensi agar tetap bertahan.

Syarat Menginap Di Hotel Saat Pandemi

Faktanya, sejumlah strategi pemasaran yang dicoba, seperti pemberian diskon dan penawaran bonus menarik lainnya, nampaknya tidak mudah menggugah keinginan masyarakat untuk mengakses hotel favoritnya.

Tips Dapat Diskon Hotel Dengan Harga Termurah

Jajak pendapat tersebut juga menunjukkan kurangnya minat masyarakat untuk menginap di hotel. Hasilnya, lebih dari 80 persen responden menyatakan tidak tertarik menginap di hotel di tengah pandemi.

Sebagian besar ketidaktertarikan ini dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berhubungan langsung dengan penyesuaian terhadap kondisi normal baru. Tak kurang dari sepertiga responden menyetujui hal tersebut karena mengurangi aktivitas di luar rumah.

Hal lain yang juga menjadi pertimbangan masyarakat saat berkunjung ke hotel di masa pandemi adalah faktor ekonomi. Ketidakpastian akibat pandemi yang berdampak langsung terhadap perekonomian secara umum juga berdampak langsung pada gaya hidup menabung. Hal ini tercatat dalam perolehan suara sekitar 41,3 persen dari yang ditanyai. Mereka menilai menginap di hotel merupakan kebutuhan yang bisa ditunda demi menekan biaya di kondisi sulit saat ini.

Karena berbagai alasan, sekitar 18 persen responden tertarik menginap di hotel di masa pandemi. Di satu sisi, pandemi membuat keinginan menginap di hotel semakin besar.

Hotel Ramah Lingkungan Ini Bikin Betah Saat Staycation #diindonesiaaja

Menurut 45 persen responden, ketertarikan menginap di hotel favorit muncul karena rasa bosan dalam melakukan aktivitas yang terbatas. Selain itu, pemberian diskon dengan harga yang jauh lebih murah dan penerapan protokol kesehatan yang ketat dapat menjamin kualitas, kenyamanan, dan keamanan terhadap bahaya penularan Covid-19.

Keadaan tersebut sejatinya menjadi celah harapan bagi perusahaan perhotelan untuk tetap optimis terhadap potensi pasar di masa pandemi ini. Tentu saja, para pelaku bisnis perhotelan harus tetap menjaga kepercayaan pelanggan dengan melakukan berbagai langkah penyesuaian untuk memberikan jaminan standar pelayanan.

Sehubungan dengan itu, akomodasi yang berstandar operasional selama pandemi akan mendapat sertifikasi CHSE (Cleanliness, Hygiene, Sanitation and Environment) dari pihak berwenang. Segala upaya dan penyesuaian tersebut perlu dilakukan agar industri akomodasi dapat pulih dan tumbuh lebih baik di masa depan.

Syarat Menginap Di Hotel Saat Pandemi

Analisis Regional Barometro Ficer Survei Utama Dampak Pandemi terhadap Bisnis Perhotelan di Masa Pandemi Setelah mulai bosan dengan kondisi masa pandemi virus corona, tak sedikit masyarakat yang memilih menginap di hotel. Apakah aman menginap di hotel saat pandemi?

Hal Beda Saat Menginap Di Hotel Pada Era Pandemi

Mulai memasuki masa libur akhir tahun, sejumlah hotel mulai membuka layanan menginap meski masih terbatas. Bahkan sejumlah keluarga memilih melakukan hal tersebut

Rencana liburan tahun ini mungkin berantakan karena pandemi virus corona. Sebaliknya, beberapa orang mungkin memilihnya

Berdasarkan panduan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, berdiam diri di rumah selama pandemi adalah cara paling aman untuk menghindari virus corona.

Donald Schaffner, Ph.D., pakar penilaian risiko mikroba dan profesor di Rutgers School of Environmental and Biological Science, mengatakan ada dua faktor yang berpotensi menjadi sumber penularan virus corona selama ini.

Surat Edaran Gubernur Kalteng Terkait Ketentuan Khusus Perjalanan Orang Masuk Wilayah Prov. Kalteng Dalam Masa Pandemi Covid 19

Tidak hanya masuk satu atau dua ruangan saja, namun setiap harinya orang tersebut bisa masuk lebih dari 20 ruangan, dan dari ruangan yang berbeda.

Meski memang aman jika mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, namun risiko tersebut tetap bisa terjadi kapan pun dan di mana pun.

Pertama, disarankan untuk mengecek suhu tubuh sebelum memasuki area hotel. Jika suhu tubuh mencapai 37,5 derajat Celcius atau lebih saat sahur, Anda harus memeriksakan diri ke dokter atau ke rumah sakit terlebih dahulu.

Syarat Menginap Di Hotel Saat Pandemi

Staf hotel juga akan memberi Anda formulir data pribadi/riwayat untuk diisi. Anda harus mengisi secara jujur ​​mengenai riwayat bepergian ke luar negeri atau pernah melakukan kontak langsung dengan pasien COVID-19.

Hotel Di Cipulir, Jakarta Selatan

Sarana transportasi seperti taksi atau penjemputan khusus dari hotel umumnya sudah mulai beroperasi seperti biasa. Namun jika ingin menggunakan layanan transportasi yang ditawarkan pihak hotel harus memakai masker, menggunakan hand sanitizer dan

Selain mengikuti protokol kesehatan yang telah dijelaskan di atas, Anda juga bisa melakukan hal berikut untuk menghindari risiko tertular virus corona selama menginap di hotel:

Jika aturan hotel sama dengan standar yang ditetapkan pihak berwenang, Anda bisa menginap di hotel tersebut.

Hotel, bolehkah masuk kamar yang sudah lebih dari 72 jam tidak ditempati orang lain atau setara 3 hari?

Syarat & Ketentuan

Aktivitas di area hotel seperti kolam renang, gym, sauna atau restoran sebaiknya dihindari di masa pandemi seperti ini.

Sebelum memasuki ruangan, ada baiknya terlebih dahulu menyemprot seluruh ruangan dengan disinfektan. Tunggu beberapa menit dan Anda dapat bersantai di kamar.

Pastikan Anda mencuci tangan sebelum makan, setelah makan, setelah keluar dari kamar mandi, setelah memegang gagang pintu, dan lain sebagainya. Hal ini penting untuk mencegah penularan virus corona dari benda yang disentuh.

Syarat Menginap Di Hotel Saat Pandemi

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut seputar tips sehat di masa pandemi, jangan sungkan untuk bertanya melalui fungsi LiveChat aplikasi. Tidak dapat dipungkiri bahwa keinginan untuk melakukan perjalanan di masa pandemi ini masih ada bahkan cenderung meningkat. Akhirnya banyak keluarga yang memilih menginap di hotel. Pasalnya, Anda bisa “keluar rumah” namun tetap aman karena berada di lingkungan hotel. Namun demikian, penting bagi kita untuk menjaga keselamatan dan kesehatan diri kita sendiri dan keluarga kita. Yuk, simak beberapa panduannya

Hk Realtindo Pastikan Penerapan Protokol Kesehatan Optimal Pada Semua Properti Yang Dikelola, Salah Satunya Aston Priori

Sebelum memilih hotel untuk menginap, Anda bisa mengetahui apakah hotel tersebut menerapkan protokol kesehatan atau tidak. Caranya dengan bertanya melalui telepon atau media sosial pihak hotel. Biasanya pihak hotel juga akan mengunggah protokol kesehatannya di akun media sosialnya.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Maulana Yusran seperti dikutip Kompas.com menyatakan, konsumen bisa menanyakan apa saja kepada pihak hotel mengenai Covid-19. “Konsumen ingin tahu apakah hotel menerapkan standar yang mereka inginkan. “Tidak apa-apa bertanya dulu,” jelasnya.

Hotel-hotel yang menerapkan protokol kesehatan akan menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer di lokasi-lokasi strategis, seperti lobi dan pintu masuk hotel. Beberapa hotel juga menawarkan masker dan pembersih tangan kecil secara gratis.

Dafam Hotel Network telah menyiapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI. Di akun media sosialnya, Hotel Dafam mengunggah tata cara pembersihan mulai dari lift hotel hingga kamar. Terdapat juga informasi mengenai proses check-in yang dapat dilakukan tanpa kontak fisik dengan resepsionis.

What’s New Informasi Terbaru Di Bali

1. Seluruh karyawan akan mengenakan alat pelindung diri (APD) seperti sarung tangan, penutup wajah, jaring rambut dan masker jika dianggap perlu oleh ahli medisnya.

4.Jika seorang karyawan merasa sakit, mereka akan diminta untuk segera mencari pertolongan medis dan dibebaskan dari tugas.

Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mengeluarkan pedoman protokol kesehatan saat tamu menginap di hotel.

Syarat Menginap Di Hotel Saat Pandemi

2. Memberikan informasi mengenai kondisi kesehatan, riwayat perjalanan dalam 14 hari terakhir dengan mengisi formulir penilaian mandiri risiko Covid-19 pada saat check-in.

Infografik: Tips Aman Menginap Di Hotel Saat Pandemi Covid 19

3. Memberikan informasi kepada petugas hotel khususnya resepsionis jika mengalami gangguan kesehatan (demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan dan

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *