Taman Nasional Gunung Leuser Terletak Di – Mudik lebaran tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, kepergian kakek membuat lebaran tahun ini terasa sangat berbeda dan penuh dengan suasana kesedihan. Meski dia telah meninggalkan dunia ini berbulan-bulan yang lalu, rasa sakit di hatiku masih jelas terasa. Tapi bukankah kita harus menghabiskan banyak waktu untuk bermuram durja ketika kita kehilangan seseorang?

Mungkin demi mencerahkan suasana yang telah tercipta, ternyata orang tuaku punya rencana yang membawaku pada sebuah pengalaman yang akan membekas dalam ingatanku. Ya, orang tua saya adalah pecinta petualangan. Saya beruntung mempunyai orang tua seperti mereka. Jadi, jangan heran jika akan banyak cerita tentang petualangan kita.

Taman Nasional Gunung Leuser Terletak Di

Taman Nasional Gunung Leuser Terletak Di

Rencananya kali ini adalah ke suaka orangutan di kawasan Bukit Lawang, Sumatera Utara. Di pagi hari, adikku mengguncang tubuhku dua kali untuk membangunkanku dari mimpiku. Awalnya aku merasa ingin melanjutkan rasa kantuk yang membuatku berpegangan pada kasur empuk. Namun entah dorongan apa yang akhirnya membuatku duduk di tepi tempat tidur dan beringsut untuk bersiap.

File:aliran Sungai Di Hutan Tangkahan.jpg

Akhirnya semua anggota keluarga sudah siap dan kami berangkat. Line-up kali ini adalah saya sebagai “pilot” dan ayah saya di samping saya sebagai “co-pilot”. Usai pembacaan doa sebagai pembuka ritual, kami berlima berangkat menuju Bukit Lawang. Kawasan tempat Gunung Leuser membusung dada. Gunung Leuser secara geografis terletak di bagian utara Sumatera Utara. Terletak di perbatasan antara Sumatera dan Aceh. Gunung Leuser merupakan salah satu barisan pegunungan. Kesaktian gunung ini terletak pada statusnya sebagai salah satu dari dua habitat alami orangutan sumatera yang tersisa. Perjalanan dari kota Medan memakan waktu sekitar 3 jam untuk mencapai kawasan Bukit Lawang. Kami memulai perjalanan kami dari pagi hari dengan santai namun penuh percaya diri. Hatiku hancur ketika mengetahui 1/4 jalan menuju Bukit Lawang merupakan jalan rusak dan berlubang yang tidak terawat. Inilah keseluruhan masalahnya

Hampir semua tempat wisata di negeri ini. Ya, saya selalu kagum dengan pemerintahan negara ini. Tidak masalah, dia bisa mengucapkan seribu kalimat jika hanya mengeluhkannya.

Sesampainya di sana, ternyata ada biaya per orang yang dikenakan. Lima ribu rupee per ekor dan dua puluh ribu rupee untuk parkir. Ya! tempat parkir Kami tidak ingin mengkhawatirkannya saat itu. Saat itu saya semakin penasaran ingin mengetahui petualangan seperti apa yang ditawarkan kawasan jauh dari hiruk pikuk kota ini kepada saya.

Aku terkejut dengan keputusan ayahku yang mengajakku bermalam di kawasan Bukit Lawang karena mobil yang dikendarainya mulai memasuki kawasan tersebut. Bagaimana tidak kaget? Keesokan harinya, tepat pukul 18.00, Anda harus sudah berada di pesawat untuk menginjakkan kaki lagi di Pulau Jawa. Negosiasi berjalan lancar karena ternyata ibu saya mempunyai keinginan yang sama dengan ayah saya. Kami langsung menuju Hotel Rindu Alam, karena ibu saya mendapat rekomendasi dari kakaknya tentang hotel ini.

Cagar Biosfer Di Indonesia Dan Keindahannya

Kami berada di Gunung Leuser. Saya sangat terkejut dengan kondisi di Bukit Lawang. Ternyata, banyak turis asing yang menghabiskan waktunya di sini. Ikon utama di sini selain Gunung Leuser adalah Sungai Bahorok. Sungai dengan fasilitas arung jeram. Di situlah saya kaget lagi karena turis asing di sini juga santai-santai membawanya

Sebagai kain untuk menutupi tubuh mereka saat menikmati berenang di sungai atau sekadar duduk-duduk di tepian sungai. Bingung bukan? Bagaimana sungai yang memiliki fasilitas arung jeram bisa dijadikan tempat berenang? Ya, inilah keunikan sungai ini.

Gunung Leuser, luangkan waktu sejenak untuk membeli baju dan celana karena kami belum ada persiapan untuk malam ini dan salah satu acara kami setelahnya.

Taman Nasional Gunung Leuser Terletak Di

Perjalanan dimulai dengan melintasi jembatan ayun dari Hotel Rindu Alam. Setelah itu, Anda akan langsung disambut dengan membungkukkan badan. Tanjakan ini dibentuk berupa tangga oleh warga sekitar dengan menggunakan komponen tanah dan bambu sebagai penyangganya.

Situs Warisan Dunia Taman Nasional Gunung Leuser, Berbagai Flora Dan Fauna Yang Masih Dilestarikan

Ini mulai tidak terlihat seperti tangga. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, akhirnya kami sampai di depan mulut Taman Nasional Gunung Leuser.

Setelah memasuki gerbang ini, semua tumbuh-tumbuhan berubah menjadi pohon-pohon besar yang rindang. Suasana pun menjadi sedikit lebih gelap karena bukaan untuk masuknya sinar matahari sangat sedikit. Di sinilah tempat tinggal orangutan. Setelah melewati gerbang ini, kita hanya bisa menemukan orangutan. Ya, saya sebutkan temukan. karena disini kami memang sedang mencari sosok orang utan. Mereka bersembunyi di pepohonan tinggi.

Setelah 30 menit mencari dan mendonorkan darah kami untuk serangga penghisap darah yang disini bisa sebesar belalang kecil, kami mendengar suara dahan pohon yang mendengkur dengan cepat. Kami semua menoleh ke arah sumber suara. Yang kami lihat banyak sekali pepohonan yang bergoyang. Saat itu tidak ada angin hingga akhirnya muncul seekor orangutan yang berniat turun ke arah kami. Betapa bahagianya hati ini! Pengalaman ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan pengalaman di kebun binatang. Orangutan muda itu mendekati kami sambil mengulurkan tangannya untuk meminta makanan. Ternyata pemandu kami sudah menyiapkan pisang untuk diberikan kepada orangutan.

Puas bermain dan berfoto, kami berniat melanjutkan perjalanan menuju hulu Sungai Bahorok. Kurang dari sepuluh menit, kami tiba-tiba kedatangan tamu istimewa. YA! Kami mendapat nama Beard. Merupakan orangutan dewasa dengan ukuran tubuh lima kali lipat dewasa. Dia dengan gagah mendekati kami dan menunjukkan otoritasnya. Saya bisa merasakannya

Taman Nasional Gunung Leuser

Karena takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, pemandu Anda meminta kami mundur beberapa langkah. 15 menit kami menunggu dan Si Janggut masih belum mau beranjak dari posisinya, akhirnya pemandu kami mengalihkan perhatian Si Janggut agar kami bisa melanjutkan perjalanan menuju hulu sungai Bahorok.

Setelah mendayung selama 30 menit, akhirnya kami sampai di “suatu tempat” di hulu Sungai Bahorok untuk melakukan aktivitas arung jeram sebagai penutup petualangan kami sore itu.

Seorang pria yang menyukai aktivitas luar ruangan, melihat bintang, dan petualangan. Anda dapat menghubungi saya melalui: – Email: mfikrisurbakti@gmail.com – LINE ID: fikrisurbakti Ciptakan perjalanan Anda sendiri! Anda dapat memilih antara Tur pribadi atau publik. Gunakan “Temukan Perjalanan” untuk mencari perjalanan yang ada.

Taman Nasional Gunung Leuser Terletak Di

Berpatroli bersama gajah, melihat orangutan di lebatnya hutan tropis Sumatera menjadi sejumlah daya tarik tersendiri bagi para pelancong yang berkunjung ke Tangkahan. Karena itulah kawasan ini dikenal sebagai surga tersembunyi di Leuser. Leuser sendiri menawarkan destinasi ekowisata yang dikelola pemerintah dan masyarakat setempat.

Perkuat Perlindungan Taman Nasional Gunung Leuser

Pihak Taman Nasional Gunung Leuser tepatnya bersama masyarakat sekitar Tangkahan sepakat tidak akan ada lagi kegiatan kehutanan ilegal dan bersama-sama mendirikan Lembaga Pariwisata Tangkahan. Dengan demikian, lembaga ini akan memfasilitasi wisatawan untuk menikmati keindahan alam Taman Nasional Gunung Leuser.

Untuk mengunjungi Tangkahan, wisatawan dapat menempuh perjalanan kurang lebih tiga jam dari Medan di Sumatera Utara menggunakan mobil pribadi atau menggunakan angkutan umum seperti bus yang dapat digunakan melalui Terminal Pinang Baris. Waktu terbaik untuk berkunjung ke sini adalah dari bulan Juni hingga Oktober. Wisatawan dapat merasakan berbagai jenis habitat satwa liar, terutama gajah.

Gajah di Tangkahan Leuser berfungsi sebagai kendaraan untuk bergerak di sekitar Taman Nasional, selain itu gajah juga digunakan untuk berpatroli di hutan dengan mengikuti jalan setapak yang ada. Wisatawan juga bisa menunggangi gajah ini dengan ditemani mahout, sehingga wisatawan bisa mendapatkan pengalaman baru dan petualangan ekowisata.

Inilah wisata alam dan pemandangan alam yang bisa dinikmati para pelancong, menjadikan Tangkahan Leuser sebagai tempat yang layak untuk dikunjungi. Wisatawan juga bisa menikmati jernihnya Sungai Batang Serangan serta Sungai Buluh yang menyatu dengan Sungai Batang. Kedua sungai ini seolah membelah hutan hujan di Taman Nasional Gunung Leuser.

Farwiza Farhan, Pelecut Semangat

Airnya yang jernih dengan rona biru kehijauan dikelilingi tanaman hijau yang lebat dan subur, menciptakan suasana tenang dan sedikit mistis ketika para pelancong berkunjung ke sini. Oleh karena itu, kawasan Tangkahan Leuser sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menyendiri dan jauh dari hiruk pikuk kota, artikel ini memerlukan referensi tambahan untuk menjamin kualitasnya. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan menambahkan referensi ke sumber terpercaya. Pernyataan yang tidak bersumber dapat ditentang dan dihapus. Temukan sumber: “Taman Nasional Gunung Leuser” – berita · surat kabar · buku · ilmiah · JSTOR (Juni 2021)

3°46’21.6″LU 97°14’43.5″BT / 3.772667°LU 97.245417°BT / 3.772667; 97.245417 Koordinat: 3°46’21.6″ LU 97°14’43.5″ BT  /  3.772667 ° LU 97.245417 ° BT  / 3.772667; 97.245417

Taman Nasional Gunung Leuser (biasa disingkat TNGL) merupakan salah satu Kawasan Pelestarian Alam Indonesia seluas 1.094.692 hektar yang secara administratif terletak di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Provinsi Aceh yang dibatasi oleh TNGL meliputi wilayah Aceh Tenggara, Subulussalam, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Tamiang, sedangkan Provinsi Sumatera Utara yang dibatasi oleh TNGL meliputi Kabupaten Dairi, Karo dan Langkat. 1]

Taman Nasional Gunung Leuser Terletak Di

Taman nasional ini mengambil namanya dari Gunung Leuser yang tingginya mencapai 3.404 meter di atas permukaan laut di Aceh. Taman nasional ini mencakup ekosistem asli mulai dari pantai hingga pegunungan tinggi yang ditutupi hutan lebat khas hutan hujan tropis. Dikelola dengan sistem zonasi yang digunakan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, dukungan budaya, pariwisata dan rekreasi.

Bertemu Si Bunga Bangkai Di Tangan Tangan

Diterimanya Sumatra Rainforest Heritage dalam daftar Warisan Dunia pada tahun 2004 mengakibatkan Taman Nasional Gunung Leuser juga masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO, bersama dengan Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Sebagai landasan legalitas rangkaian proses pengukuhan kawasan hutan, maka ditetapkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 276/Kpts-II/1997 tentang penunjukan Taman Nasional Gunung Leuser seluas 1.094.692 hektar yang terletak di kawasan hutan. Daerah Istimewa Aceh dan Sumatera Utara. Keputusan tersebut menyatakan bahwa Taman Nasional Gunung Leuser terdiri atas gabungan dari:

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan nomor: P.03/Menhut-II/2007, saat ini pengelola TNGL adalah

Taman nasional kelimutu terletak di, gunung leuser berada di pulau, taman nasional gunung leuser terdapat di, taman nasional gunung leuser, taman nasional gunung gede pangrango terletak di, taman nasional bunaken terletak di, taman nasional laut bunaken terletak di, taman nasional leuser, taman nasional gunung leuser di, gambar taman nasional gunung leuser, taman nasional bali barat terletak di kabupaten, taman nasional komodo terletak di pulau

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *