Menceritakan Pengalaman Belajar Di Rumah – Setelah menyelesaikan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), saya memutuskan untuk mengajar di sekolah yang berbeda dari sebelumnya. Sebenarnya aku sudah mengenal banyak orang di sekolah baru ini. Meski begitu, bekerja di lingkungan baru berarti saya terus berubah.

Di sekolah ini saya bekerja sebagai guru kelas 5 tanpa ada tugas lain. Saya merasa banyak hal di sekolah ini yang tidak sesuai dengan keinginan atau pendapat saya. Segalanya tampak jauh dari apa yang saya impikan. Selain itu, minat guru-guru muda di sekolah ini sangat berbeda dengan rekan-rekan mereka pada program PPG.

Menceritakan Pengalaman Belajar Di Rumah

Menceritakan Pengalaman Belajar Di Rumah

Meskipun saya seorang guru baru, saya telah memberikan banyak hal kepada sekolah. Sayangnya, kiriman saya mendapat sedikit tanggapan. Sedih? Di mana. Namun, saya bertekad untuk tidak kehilangan momentum.

Cerita Mahasiswa Fkm Umj

Aku menghabiskan hari-hariku bekerja di sekolah baru dengan bolak-balik: mengajar sesuai apa yang ada, bolak-balik ke sekolah sesuai jadwal, dan tetap mengajar dengan baik walaupun terkadang ada perasaan kebingungan di sekolah baru. lingkungan. .

Suatu hari saya diminta mengirimkan siswa untuk mengikuti kompetisi matematika dan sains (MIPA) di sebuah distrik kecil. Tugas ini tidak mudah karena saya kesulitan menemukan siswa yang cocok.

Saat itulah saya mulai bersenang-senang. Dalam hati saya berpikir, “Jangan khawatir, tidak perlu mengikuti orang lain atau mengundang yang tidak berminat.”

Menurut saya, kalau mau berubah harus dimulai dari diri sendiri, bukan orang lain. Jadi, ketika hatiku mulai bergerak, aku langsung tergerak.

Contoh Cerpen Motivasi, Anak, Lucu, Kehidupan, Pendidikan, Dan Persahabatan

Kemudian saya mulai melakukan pekerjaan yang menurut saya baik dan bermanfaat. Saya mengatur dan mendekorasi kelas, serta tugas administrasi. Saya membuat program kelas sendiri dengan harapan dapat menjalin hubungan positif dengan orang tua siswa, serta menjadi contoh kelas yang mandiri, kreatif dan kreatif.

Setiap pagi saya mempunyai waktu untuk menyambut siswa di gerbang sekolah. Saya juga meminta siswa untuk membersihkan kelas, menyiram tanaman, dll.

Kemudian saya diminta mempersiapkan dan membimbing siswa yang akan mengikuti perlombaan, seperti menyanyi dan menggambar. Pada titik ini saya mulai merasa lebih baik. Ruang kelas bersih dan saya selalu mengikutsertakan orang tua siswa dalam kegiatan yang saya lakukan. Saya juga membuat tim kelas 5.

Menceritakan Pengalaman Belajar Di Rumah

Meskipun segala sesuatunya tampak berjalan baik, namun kendala tetap ada. Kepala sekolah jarang menerima pendapat teman-teman gurunya sehingga terkadang membuatnya marah.

Jawab Pertanyaan Berikut Berdasarkan Teks.teks Pengalaman Belajar Dari Negara Negara Asean Untuk Menjawab

Lingkungan sekolah tempat saya mengajar sangat baik. Jumlah siswanya sangat banyak dan telah memenuhi standar minimal 20 siswa dalam setiap kelompok belajar (rombel). Guru yang mengajar di sekolah ini terdiri dari guru honorer (5 orang) dan guru berstatus PNS/PNS (4 orang).

Namun, saya kesulitan mengajak teman-teman guru untuk berinovasi dan menciptakan kegiatan yang berbeda. Beliau mempunyai semangat yang berbeda dengan rekan-rekan saya di Program PPG.

Guru-guru yang menduduki jabatan PNS akan segera pensiun sehingga produktivitasnya tidak seperti dulu. Sebaliknya, rekan guru yang terhormat cenderung disibukkan dengan urusan keluarga. Setiap hari mereka datang untuk mengajar, lalu langsung pulang. Mengajak mereka membiasakan diri menerima santri di pagi hari, rutin salat Dhuha, dan menghafal surah pendek dan Asmaul Husna saja rasanya sulit, apalagi mengajak mereka belajar membaca.

Selama ini saya hanya sebatas mengajar siswa dan memberikan pelajaran terbatas karena kurangnya sekolah dan dukungan dari kepala sekolah.

Halaman Detail Berita

Setiap pagi saya bangun pagi agar bisa menyambut siswa ke sekolah dan menemani mereka membersihkan kelas.

**Semua artikel yang dimuat dalam Catatan Perjalanan Guru merupakan pendapat penulis, telah melalui proses penyuntingan untuk kepentingan umum, dan tidak mewakili pandangan Program di Indonesia maupun penyandang dana. Komunitas Makassar Pelangi berbentuk Knowledge Sharing untuk meningkatkan kapasitas masyarakat KPPN Makassar II dalam hal literasi (baca artikel pada : Peningkatan Kapasitas KPPN Makassar II “Dengan Meningkatkan Literasi, Meningkatkan Potensi Perbendaharaan Pemerintah yang Berintegritas dan Kualitas”). Juga kiprah KPPN Makassar II dalam mendukung program Komunitas Anak Pelangi di Makassar. (baca artikel pada : Pengabdian Masyarakat KPPN Makassar II di Komunitas Anak Pelangi, Lorong Pelangi, dan Perpustakaan Lorong Parang Tambung)

Dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional yang akan dilaksanakan pada tanggal 8 September 2020 dan sebagai bentuk terima kasih kepada Komunitas Anak Pelangi, KPPN Makassar II menyiarkan karya tulisnya di Microweb KPPN Makassar II. Ini juga merupakan hibah dari KPPN Makassar II untuk mendukung Pendidikan Literasi bagi generasi muda di Kota Makassar.

Menceritakan Pengalaman Belajar Di Rumah

Pengalaman saya saat corona adalah belajar di rumah, dan saat corona kita bisa berkumpul dengan keluarga dan kita belajar online di rumah sudah menjadi bagian dari New Normal. Dan kita sebagai warga negara Indonesia menjalani kehidupan di tengah pandemi virus corona. Namun tantangan infrastruktur dan teknologi menciptakan kesenjangan pendidikan antar sekolah.

Minati Tari Hingga Banggakan Indonesia Di Kancah Internasional, Simak Cerita Audrey Murid Smp Cikal Amri Setu!

Saya setuju ada perbedaan besar pengalaman keduanya ketika belajar di rumah karena saya tinggal di rumah tetapi saya melakukan sesuatu yang berbeda, karena sekolah makassar tidak sama dengan sekolah swasta. Sekolah swasta terstruktur dan terorganisir, dan kami akan diberikan tugas setiap hari dan hasilnya akan dikirim melalui email atau di kelas. Tapi tugas sekolah adikku kacau dalam satu minggu, ada dua atau tiga sesi tambahan. Di dekat rumah saya ada seorang siswi sekolah lain yaitu siswi SMP 27 Makassar, dia bercerita kepada saya bahwa dia lebih memilih belajar di sekolah dibandingkan di rumah karena seperti biasa di rumah dia bosan tanpa teman-temannya.

Sejak akhir Maret lalu, saya dan adik saya yang duduk di kelas XI dan VIII belajar di rumah sambil menonton video TVRI. Sesuai dengan arahan sekolah saya, SMP Negeri 18 Makassar melalui program TVRI bernama “Belajar di Rumah” yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Siswa seperti Fildza dan Ayu dapat menyimak penjelasan topiknya.

Dan karena hambatan dan kendala yang ada, tidak heran jika banyak orang tua yang menghadapi banyak kendala dalam mencapainya. Begini, hampir semua media sosial menjadikan suka dan duka orang tua sebagai guru yang tidak ada gunanya membimbing anaknya belajar di rumah dan masalahnya kita harus membeli kuota untuk belajar.

Namun tidak sedikit pula yang menghadapi berbagai kendala ketika menjadi guru dan menggunakan pembelajaran daring di rumah, mulai dari kendala eksternal maupun internal.

Contoh Cerpen 500 Kata Berbagai Tema Untuk Tugas

Dan setelah kami selesai belajar online, setiap akhir pekan saya pergi membaca Alquran dan ini adalah rutinitas kami sehari-hari.

Dan selama saya berdiam diri di rumah banyak sekali manfaat yang saya dapatkan, seperti saya dan keluarga bisa banyak ngobrol, dan dengan berdiam diri di rumah saya banyak belajar hal-hal bermanfaat seperti belajar memasak dengan membantu ibu saya. di dapur dan membersihkan halaman dan jangan lupa untuk sering mencuci tangan setelah memegang sesuatu agar kita tidak terkena kuman atau bakteri

Dan saya tidak pernah lupa shalat lima waktu dan terus mencari Allah. Mohon perlindungan kepada Allah agar mahkota ini segera meninggalkan dunia dan negeri kita ini dan agar kita dapat beraktivitas seperti biasa serta dapat bersilaturahmi dengan sahabat dan guru.

Menceritakan Pengalaman Belajar Di Rumah

Dan setiap kita ingin keluar rumah, kita tidak boleh lupa memakai masker dan menjauhinya. Seperti minggu lalu, saya pergi ke sekolah untuk mengambil buku cetak dari perpustakaan, dan selama saya dan teman-teman berada di sekolah, kami tetap mengurus rencana kesehatan. Dan ketika pulang ke rumah saya tidak lupa mencuci kaki dan tangan. Saya menggunakan sabun agar kuman tidak menempel di tangan kita, dan selama kita masih dalam kondisi atau situasi corona kita harus waspada dan menjauhi, menjaga kesehatan dan makan makanan yang sehat, jangan lengah saat berangkat. rumah.

Pdf) Inspirasi Siswa Dalam Belajar Matematika; Studi Kasus Pengalaman Mahasiswa Calon Guru Matematika

Dan keesokan harinya, aku belajar secara daring dengan bimbingan ibu, dan terkadang aku melakukannya sendiri karena ibu harus pergi bekerja, untuk membantu ayah memenuhi kebutuhan keuangan keluarga.

Pada tanggal 1 November 2020, KPPN Makassar II memperingati Hari Oeang dan K-Apel (Komunitas Anak Pelangi Makassar) ke-74 yang berbunyi: KPPN Makassar II Memperingati Hari Oeang dan K-Apel. Sebagai bentuk apresiasi terhadap karya tulis anak binaan K-Apel, KPPN Makassar II memberikan hadiah kepada para pemenang dan menampilkan karyanya di website KPPN Makassar II. Hadiah berasal dari sumbangan seluruh staf dan kepala sekolah KPPN Makassar II sebagai upaya membantu meningkatkan minat literasi anak-anak sejak usia dini. Berikut nama-nama pemenang dan beberapa karya Komunitas Anak Pelangi Makassar yang bertemakan Hari Oeang ke-74.

KPPN Makassar II juga terlibat dalam mendukung pengembangan pendidikan di masyarakat. Hal ini dicapai dengan menyediakan akses internet pada MAN Insan Cendikia yang terletak di daerah perbukitan yang sebelumnya akses internet sulit. Kerjasama antara KPPN Makassar II, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, dalam hal ini Direktorat Sistem Informasi dan Teknologi Perbendaharaan sehingga Cendekiawan MAN di Gowa dapat mengakses Internet. Tidak hanya berguna untuk pengujian SAKTI saja, namun juga berguna untuk proses belajar mengajar di sekolah dan masyarakat sekitar. (baca artikel pada:  Sosialisasi Aplikasi SAKTI, Pelayanan Yuskanov19, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Satker Mitra KPPN Makassar II)

KPPN Makasar II berupaya mendorong upaya peningkatan kesehatan desa melalui penerbitan karya desa dan buku digital. Untuk itu, KPPN Makassar II menyediakan situs tersebut dengan domain caradde.id.

Contoh Cerita Liburan Sekolah Singkat Dan Mengesankan, Siswa Catat Nih!

Caradde (baca: cara’de’) adalah sebuah kata dalam bahasa Makassar yang berarti bijaksana; cerdik; bijak; cerdik. Caradde digunakan sebagai akronim dari Cerita dan Kreasi Dari Desa yang menjadi domain caradde.id. Rencana ini digunakan untuk menentukan desa-desa kecil yang akan dibentuk. Pengembangan ini merupakan CSR yang merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan KPPN Makassar

Contoh pengalaman belajar di rumah, pengalaman belajar di rumah, contoh menceritakan pengalaman kerja di cv, contoh menceritakan pengalaman belajar di rumah, menceritakan kegiatan belajar di rumah, menceritakan tentang belajar di rumah, menceritakan pengalaman belajar di rumah selama pandemi, menceritakan belajar di rumah, menceritakan pengalaman selama belajar di rumah, menceritakan pengalaman pribadi selama belajar di rumah, menceritakan tentang pengalaman belajar di rumah, menceritakan pengalaman selama belajar online di rumah

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *